Pernah nggak sih lagi enak-enaknya istirahat atau dasteran di rumah, tiba-tiba ada tamu ketok pintu? Rasanya panik banget kan!
Ternyata, Islam itu indah banget dan sangat menghargai privasi penghuni rumah. Ada 3 waktu 'aurat' di mana kita dilarang saling mengunjungi supaya nggak mengganggu privasi masing-masing.
Ini bukannya mau sombong atau nggak mau nerima tamu ya, tapi Allah langsung yang ngasih tau di QS. An-Nur: 58
"...(yaitu) sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan setelah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu privasi) bagi kamu..."
Jadi, menjaga waktu-waktu ini justru bagian dari menjalankan sunnah dan menghargai hak orang lain! 🤍
Dulu aku sempat merasa nggak enak kalau mau nolak tamu. Tapi adab dalam Al-Qur'an, ternyata Islam itu emang sangat menjaga kenyamanan kita sebagai pemilik rumah.
Jadi, kalau mau berkunjung, pastikan bukan di jam-jam istirahat ya, biar sama-sama nyaman dan berkah!
Kira-kira jam berapa nih menurut kalian waktu paling enak buat silaturahmi?
... Baca selengkapnyaDulu aku pikir selama niatnya silaturahmi, datang ke rumah orang itu bebas kapan aja. Tapi makin ke sini, apalagi setelah baca QS An-Nur:58 dan ngobrol sama beberapa ustazah, aku sadar banget kalau Islam itu rapi banget ngatur etika bertamu.
Buat yang masih suka bingung soal bertamu malam hari, sebenarnya ini yang paling sering bikin tuan rumah nggak nyaman. Malam itu biasanya waktu keluarga istirahat, ganti pakaian yang lebih santai, atau lagi quality time bareng pasangan dan anak. Kalau kita tiba-tiba datang tanpa kabar, apalagi setelah Isya, bisa banget ganggu privasi mereka. Jadi kalau memang harus datang malam, usahakan betul-betul ada keperluan mendesak, dan tetap WhatsApp atau telepon dulu buat minta izin.
Soal tidur sebelum Dzuhur juga menarik. Banyak ibu rumah tangga yang pakai waktu tengah hari buat tidur siang sebentar, apalagi setelah sibuk dari pagi. Di Al-Qur'an disebutkan waktu menanggalkan pakaian luar di tengah hari sebagai waktu aurat. Artinya, tuan rumah bisa jadi lagi nggak siap menerima tamu, entah lagi tidur, lagi ganti baju, atau butuh ruang sendiri. Dari pengalaman, aku sekarang menghindari datang ke rumah orang di jam 12.00–14.00, karena biasanya itu jam istirahat atau persiapan salat Dzuhur.
Kalau bahas adab bertamu dalam Islam, hal simpel kayak mengetuk pintu juga penting. Jangan ketok pintu berkali-kali atau terlalu keras. Cukup 3 kali, lalu tunggu. Kalau nggak dibukakan, jangan tersinggung. Bisa jadi mereka memang nggak bisa menerima tamu saat itu. Aku sendiri pernah ada di posisi lagi ribet dengan anak sakit, dan nggak sempat bukain pintu. Rasanya lega kalau tamu paham dan nggak maksa.
Ada juga soal batas jam bertamu. Dari beberapa kajian yang aku ikuti, waktu aman yang sering disarankan buat main atau silaturahmi adalah pagi sekitar 09.00–11.00 dan sore 16.00–17.00. Di jam-jam ini biasanya rumah sudah rapi, tuan rumah nggak lagi tidur, dan belum masuk waktu sibuk menyiapkan makan malam. Aku udah coba pakai patokan ini kalau mau berkunjung, dan ternyata suasana jadi jauh lebih nyaman.
Satu hal lagi yang sering dilupakan: jangan berlama-lama. Jadi "tamu idaman" itu bukan cuma datang di waktu yang tepat, tapi juga tahu diri kapan harus pamit. Kalau lihat tuan rumah sudah mulai sering liat jam, anak-anak mereka rewel, atau mereka bilang besok ada kegiatan pagi-pagi, itu kode halus buat kita pulang.
Terakhir, soal "dilarang istirahat di area ini" menurutku nyambung banget dengan privasi rumah. Ada ruang-ruang tertentu di rumah orang yang sebaiknya nggak kita masuki tanpa izin, misalnya kamar tidur atau ruang pribadi. Walaupun diajak ngobrol di ruang tamu, jangan kepo pengin lihat-lihat isi rumah kecuali benar-benar diajak.
Sejak belajar semua ini, aku merasa etika bertamu dalam Islam bukan bikin kita kaku, tapi justru bikin hubungan silaturahmi lebih berkah, saling jaga kenyamanan, dan nggak ada pihak yang merasa terganggu.
makasih tipya kakak 🙏🙏