sebagian bahan masih ada sisa dari belanja minggu lalu.
sebelumnya masih punya sunkara 1 bungkus . bisa dua kali pakai buat sayur lodeh dan kolak labu .
kacang panjang , daun melinjo , ambil dari tanaman sendiri .
ini menu makan buat 2 dewasa 2 kali makan / hari .
nugget buat anakku yg ke-1
telur buat persediaan kalau menu di atas ga sampe buat sehari .
masaklah secukupnya .. biar tidak mubadzir ya .
aku tipe orang kalau makan gorengan pilih goreng dadakan.
kalau mau makan baru goreng dulu .
jadi lebih lahap dan semangat makannya karena masih hangat ✨
tidak bosan dan tidak menyisakan makanan .
ini menjadi bahan makanan sisa tak terduga karena kita makan secukupnya yang tadinya tahu 5pcs karena kita goreng dadak cuma habis 4pcs masih 1pcs bisa buat oseng / bisa buat stok berikutnya jadi lebih hemat .
... Baca selengkapnyaMengelola anggaran belanja makanan agar hemat bukan hal yang sulit jika kita pandai memanfaatkan bahan yang sudah ada dan merencanakan menu dengan cermat. Dari pengalaman, membeli bahan seperti nugget, telur, sayur-sayuran segar dan beberapa bumbu dapur cukup untuk memasak berbagai menu selama lima hari tanpa membuat dompet bolong.
Salah satu trik yang saya lakukan adalah memasak gorengan dadakan. Karena saya memilih menggoreng sesuai kebutuhan makan hari itu, makanan menjadi lebih hangat, enak, dan tentu saja lebih sehat karena tidak dipanaskan berulang.
Selain itu, memanfaatkan bahan yang tersisa dari belanja minggu lalu seperti daun melinjo, kacang panjang dari kebun sendiri, atau bahkan tahu yang belum habis, membantu mengurangi pengeluaran sekaligus meminimalisir sampah makanan. Misalnya, sisa tahu yang tidak habis digoreng bisa diolah menjadi tumisan untuk menu berikutnya.
Menu harian saya juga cukup sederhana seperti sayur sop, sayur lodeh, atau oseng sawi putih yang selain mudah dibuat juga bernutrisi. Dengan memaksimalkan penggunaan bahan seperti labu kecil, tempe, ayam seperempat bagian, dan berbagai sayuran rendah biaya seperti brokoli, terong, dan sawi, menu keluarga bisa tetap bergizi dan variatif.
Saya juga menyarankan untuk pencatatan pengeluaran harian supaya tetap di bawah batas anggaran. Seperti pada belanja saya yang totalnya sekitar 93 ribu rupiah, masih ada sisa sekitar 7 ribu yang bisa digunakan untuk kebutuhan mendadak atau stok bumbu dapur.
Melalui pengelolaan ala rumahan yang praktis dan sederhana ini, bukan hanya pengeluaran yang bisa diminimalkan, tetapi juga keluarga tetap menikmati makanan sehat dan penuh cinta setiap hari. Jadi, berbelanja hemat dengan 100k untuk lima hari sebenarnya sangat mungkin dilakukan dengan perencanaan yang tepat dan kreatifitas dalam memasak.