Romanticizing Slow Weekends as a Mom
Saturday mornings have been feeling softer lately.
We walked to get porridge while the air was still cool.
Little feet behind me, big siblings proudly pushing the stroller.
We stopped for flowers, watched a bird fly across the sky, even met a random street cat along the way.
At home, baby tried a tiny bite of boiled egg.
He made iced coffee for me.
I watered the plants before the sun got too high.
Nothing extravagant.
Just slow moments stacked quietly on top of each other.
I used to think weekends had to be productive.
Now I just want them to feel peaceful.
Are you in your slow season too? 🤍✨
#RamadhanGuide #NyataDanBermanfaat #NgurusRumah #slowliving #minivloglemon8
Sebagai seorang ibu, saya dulu sering merasa bahwa akhir pekan harus diisi dengan kegiatan yang produktif—entah itu membersihkan rumah lebih cepat, menyiapkan segala sesuatunya untuk minggu depan, atau membuat aktivitas keluarga yang padat jadwal. Namun, setelah mulai menikmati konsep slow living, saya menemukan kebahagiaan dalam menata ulang cara menikmati waktu akhir pekan. Saya mulai dengan hal-hal kecil seperti berjalan-jalan di pagi hari sebelum dunia terasa terlalu bising. Mengambil semangkuk bubur hangat dengan udara pagi yang sejuk benar-benar mengubah mood saya. Melihat jejak kaki kecil anak-anak yang bersemangat dan saudara yang mendorong stroller dengan bangga membuat perjalanan itu terasa sangat berkesan. Tidak hanya itu, berhenti sebentar untuk menikmati bunga-bunga atau melihat seekor kucing jalanan yang tiba-tiba muncul membawa nuansa kehangatan tersendiri. Sesampainya di rumah, momen begitu berharga saat bayi saya mencoba sedikit potongan telur rebus dan suami saya membuatkan es kopi. Itu bukan sekadar minuman, tapi simbol kebersamaan dan kasih sayang dalam keluarga. Saya juga menyempatkan diri untuk menyirami tanaman sebelum matahari terlalu terik—kegiatan sederhana yang menenangkan sekaligus membuat rumah terasa hidup. Slow living ini membuat saya menyadari bahwa tidak selalu harus ada hal besar dan luar biasa dalam akhir pekan. Kadang, tumpukan momen sederhana yang terjalin satu sama lain justru menghadirkan kedamaian yang luar biasa dalam hidup. Untuk ibu-ibu lain di luar sana yang merasakan musim lambatnya hidup, jangan ragu untuk menikmati setiap detik. Banyak dari kita yang lupa bahwa istirahat dan ketenangan juga bentuk produktivitas bagi kesehatan mental dan kebahagiaan keluarga. Saya yakin, dengan perlahan kita membangun kebiasaan menikmati slow weekends, akan ada kebahagiaan dan memory indah yang akan terukir sepanjang hidup.

























