Awal aku bikin paspor pas tahun 2019 seingetku dulu belum ada sistem antrian online jadi effort banget harus bolak-balik ke kanim buat nanya2, untungnya dulu kantor imigrasi deket rumah jadi gak ngabisin ongkos. Sekarang enak semua serba online jadi gak perlu buang2 uang buat pake calo, karena semuanya bisa di urus sendiri.
Kalo kamu baru kepikiran buat bikin paspor atau masih ragu jangan lupa save postingan ini siapa tahu bermanfaat❤
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali bikin paspor Indonesia sendiri, aku juga sempat bingung soal hal-hal teknis yang ternyata penting banget, kayak nomor paspor itu letaknya di mana, aturan foto paspor, sampai bedanya paspor reguler dan percepatan. Jadi di sini aku mau spill versi pengalaman pribadi biar kamu nggak se-bingung aku dulu.
1. Di mana letak nomor paspor?
Setelah paspor jadi, kamu bakal lihat halaman data diri yang ada foto kamu. Di bagian atas biasanya ada tulisan "PASSPORT" dan di samping/bawahnya ada deretan angka dan huruf, itu nomor paspor kamu. Di paspor Indonesia yang hijau tua, nomor paspor juga biasanya tercetak di bagian kanan atas halaman biodata. Nomor ini penting banget buat isi data perjalanan, beli tiket, visa, dan lain-lain, jadi biasakan untuk foto atau scan halaman ini sebagai cadangan.
2. Peraturan foto paspor yang harus kamu tahu
Salah satu hal yang sering bikin orang bolak-balik ke studio foto adalah aturan foto paspor. Dari pengalaman aku:
- Latar belakang biasanya polos (seringnya warna putih atau sesuai ketentuan terbaru imigrasi).
- Wajah harus kelihatan jelas, nggak boleh tertutup rambut atau aksesoris berlebihan.
- Ekspresi netral, jangan senyum lebar banget, tapi juga jangan cemberut.
- Nggak pakai topi atau kacamata hitam.
Kalau ragu, biasanya studio foto dekat kantor imigrasi sudah paham "peraturan foto paspor" versi terbaru, tinggal bilang mau foto buat paspor Indonesia.
3. Paspor reguler vs percepatan
Di aplikasi M-Paspor kamu akan lihat pilihan "permohonan paspor reguler" dan percepatan. Bedanya dari yang aku rasain:
- Paspor reguler: proses normal, biayanya lebih murah. Cocok kalau kamu nggak terlalu kejar-kejaran waktu.
- Paspor percepatan: prosesnya lebih cepat (biasanya paspor bisa jadi lebih singkat), tapi biaya lebih mahal.
Sebelum pilih, cek dulu jadwal keberangkatan kamu. Kalau masih jauh, paspor reguler sudah cukup banget. Kalau keberangkatan mepet, percepatan bisa jadi penyelamat.
4. Perkiraan biaya paspor reguler dan percepatan
Karena peraturan bisa berubah, aku biasanya cek langsung di website resmi imigrasi atau di aplikasi M-Paspor untuk lihat update biaya terbaru. Di sana biasanya ada rincian biaya paspor reguler dan percepatan. Tips pribadi: siapin dana sedikit lebih banyak dari estimasi, karena kadang ada biaya tambahan seperti biaya administrasi pembayaran.
5. Contoh scan paspor yang benar
Buat kamu yang suka daftar online (visa, tiket, hotel), sering diminta upload foto atau scan paspor. Dari pengalamanku, contoh scan paspor yang benar itu:
- Fokus ke halaman biodata (yang ada foto, nama, tanggal lahir, nomor paspor).
- Scan atau foto dengan kualitas jelas, jangan blur.
- Pastikan semua tulisan terbaca dan tidak terpotong.
Aku biasanya pakai scan dari HP aja, tapi pastikan cahaya cukup dan tangan stabil. Simpan file-nya di folder khusus, jadi tiap butuh tinggal kirim.
6. Foto orang pegang paspor & keamanan data
Di media sosial sering banget lihat foto orang pegang paspor hijau tua sambil pamer mau traveling. Aku pribadi kalau upload foto paspor, selalu tutup bagian nomor paspor dan data pribadi. Soalnya nomor paspor termasuk data sensitif, jadi jangan sampai kelihatan jelas di sosmed.
Kalau kamu baru pertama kali bikin paspor Indonesia 2026, tenang aja, semuanya sekarang serba online dan lebih rapi. Mulai dari unduh aplikasi M-Paspor, permohonan paspor reguler atau percepatan, pilih lokasi kantor imigrasi, atur jadwal wawancara, sampai cek status di menu "Riwayat". Simpan postingan atau catatan kayak gini, jadi pas proses kamu nggak panik dan punya gambaran lengkap langkah demi langkah.
👍