Makanan yang wajib dihindari saat ramadhan

Hai Lemonades 🍋

Hikmahnya:

1. Bulan ramadhan itu mengajarkan untuk menahan, bukan balas dendam pas buka.

2. Kesempatan kita untuk mengubah hubungan kita dengan makanan. Kita tidak butuh banyak untuk hidup. Tapi tubuh butuh yang bermanfaat, bukan yang memanjakan nafsu.

3. Tubuh adalah amanah. Kalau setelah puasa justru: perut sakit, lemas dan ibadah terganggu

Itu tanda kita belum adil pada tubuh sendiri.

👉 Menghindari makanan tertentu = bentuk syukur & tanggung jawab.

Rasulullah ﷺ hidup sederhana, termasuk dalam makan.

Buka dengan kurma dan air saja sudah cukup bernilai ibadah.

4. Supaya Ibadah Lebih Ringan & Khusyuk

Makanan berat, manis berlebihan, dan berlemak:

bikin ngantuk

bikin malas tarawih

bikin badan berat

Semoga di ramadhan yang akan datang aku dan kita semua senantiasa bijak dalam memilih makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Semoga bermanfaat❤

#NyataDanBermanfaat #risingstarramadhan #ramadhanguide #makanan

1/31 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu awal-awal belajar hidup lebih sehat di bulan ramadhan, aku baru sadar kalau masalahnya bukan di puasanya, tapi di pilihan makanan pas buka dan sahur. Kelihatannya sepele, tapi dampaknya kerasa banget ke badan dan ke ibadah. Aku dulu sering banget kalap sama makanan tinggi garam. Contohnya: - Mi instan kuah yang super gurih - Lauk yang diasinkan berlebihan - Kerupuk dan camilan asin yang dimakan sambil nunggu tarawih Pas sahur, kalau makanannya tinggi garam, aku jadi gampang banget haus pas siang. Bibir kering, tenggorokan seret, dan kepala sering pusing. Dari situ aku mulai pelan-pelan mengurangi garam. Bukan berarti harus hambar total, tapi aku coba: - Masak sendiri dan kurangi garam 1/2 dari biasanya - Ganti micin berlebihan dengan rempah-rempah - Batasi makanan olahan seperti sosis, nugget, kornet Kalau kamu lagi cari ilustrasi atau bayangan soal makanan tinggi garam, gampangnya bayangin makanan yang rasanya "nendang" banget gurihnya: keripik asin, snack kemasan, makanan kaleng, fast food. Enak di lidah, tapi bikin tubuh kerja ekstra dan bikin kita cepat haus. Selain garam, makanan tinggi gula juga sering jadi jebakan pas ramadhan. Minuman manis, sirup warna-warni, kolak super manis, dessert kekinian. Rasanya memang bikin puas setelah seharian puasa, tapi efeknya: - Gampang ngantuk setelah tarawih - Gula darah naik turun, jadi lemas di pagi hari - Berat badan cepat naik padahal lagi puasa Sekarang aku coba atur: kalau mau manis, aku pilih kurma, buah segar, atau minuman manis tapi nggak berlebihan. Jadi manisnya tetap ada, tapi badan nggak kaget. Buat teman-teman yang punya kondisi khusus seperti tekanan darah tinggi, risiko stroke, atau punya keluarga dengan riwayat masalah jantung, makanan tinggi garam ini penting banget diperhatikan. Kadang kita merasa masih muda dan aman, padahal kebiasaan kecil ini ngumpul tiap hari dan efeknya baru kerasa nanti. Satu hal lagi yang aku pelajari, setiap orang tuh unik, seperti orang dengan buta warna yang melihat warna secara berbeda. Sama juga dengan tubuh kita: respon tubuh terhadap garam, gula, dan makanan berlemak bisa beda-beda. Karena itu, penting banget untuk peka sama sinyal tubuh sendiri. Kalau setelah berbuka kamu sering: - Pusing - Jantung berdebar - Kaki atau tangan bengkak bisa jadi itu tanda tubuh nggak cocok dengan pola makanmu. Pelan-pelan saja perbaikannya. Nggak perlu langsung sempurna. Bisa mulai dari: - Kurangi satu jenis makanan tinggi garam dulu (misal stop mi instan pas sahur) - Ganti satu minuman manis dengan air putih atau infused water - Tambah porsi sayur dan buah di piring Ramadhan sebenarnya momen terbaik untuk reset hubungan kita dengan makanan. Buka dan sahur secukupnya, lebih banyak makanan segar, kurangi yang tinggi garam dan gula. Badan lebih enteng, hati lebih fokus ibadah, dan setelah ramadhan selesai, gaya hidup sehatnya bisa terus kebawa.

4 komentar

Gambar Hilda Vegi
Hilda Vegi

setuju bagt kk tapi y itu kk, sangat berat😂😂

Lihat lainnya(3)