SIKAP SEORANG MUSLIM, SAATDUNIA TIDAK BAIK2 SAJA💔
Hai Lemonades
Dari kemarin, tiap buka HP isinya berita konflik.
Tentang Ir*n, tentang Isr**l, tentang rudal, balasan, dan ketakutan.
Dan sedihnya ini terjadi di bulan Ramadan.
Bulan yang seharusnya tenang.
Bulan yang seharusnya penuh ibadah.
Bukan penuh kecemasan.
.
Jujur takut banget konflik ini akan meluas kemana-mana apalagi sekarang posisi ngga lagi di indo jadi makin takut. Tapi panik dan takut terus menerus gak ada gunanya. Yang cuma bisa dilakuin adalah menyerahkan semuanya kepada Allah SWT
.
Di Al‑Qur'an, Allah mengingatkan bahwa dunia memang tempat ujian.
Bukan tempat tinggal selamanya.
.
Kita mungkin tidak bisa menghentikan per*ng.
Tapi kita bisa menjaga iman kita.
Dan kadang, itu adalah jihad terbesar di akhir zaman.
.
Semoga kita semua selalu berada di bawah perlindumgam Allah SWT dimanapun kita berada aamiin🤲
#RamadhanGuide #ApaKabarDunia #beritaterkini #whattodo #MomenBerharga
Aku pribadi lagi sering banget baca doa ketika jalan, apalagi kalau harus keluar rumah sendirian di tengah suasana berita konflik yang nggak berhenti. Rasanya hati tuh waswas, kadang sampai overthinking. Tapi justru di momen-momen kayak gini, aku ngerasa butuh banget perlindungan Allah di setiap langkah. Biasanya sebelum keluar rumah, aku baca: Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh. Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.” Lalu waktu mulai berjalan, aku coba jaga zikir pelan-pelan dalam hati. Kadang cukup dengan baca istighfar dan shalawat, atau zikir pendek seperti: Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar. Sambil jalan, aku juga suka selipkan doa ketika jalan khusus minta perlindungan dari segala bahaya yang tampak maupun yang nggak kelihatan: “Ya Allah, lindungi setiap langkahku, selamatkan aku dari marabahaya, fitnah, dan keburukan manusia maupun kejadian di sekitarku. Jaga imanku di mana pun aku berada.” Karena lagi banyak berita konflik antar negara, aku coba jadikan momen jalan kaki sebagai waktu buat mendoakan saudara seiman di tempat lain. Misalnya sambil langkahin kaki, aku baca: “Ya Allah, tolong saudara-saudara kami yang sedang tertimpa konflik dan peperangan. Beri mereka keselamatan, kekuatan iman, dan akhir yang penuh kemuliaan. Hentikan peperangan dan tanamkan kedamaian.” Menurutku, doa ketika jalan itu bukan cuma soal minta selamat di jalan, tapi juga cara buat bikin hati lebih tenang. Dibanding terus-terusan scrolling berita yang bikin cemas, aku coba ganti dengan memperbanyak doa di setiap perpindahan tempat: saat jalan ke kampus, ke kantor, bahkan sekadar ke minimarket. Aku juga berusaha hati-hati banget buat nggak ikut-ikutan menyebarkan kebencian buta atau berita yang belum jelas. Ayat di QS. Al-Hujurat: 6 selalu ngingetin buat cek dulu sebelum sebar informasi. Jadi, sambil jalan dan berdoa, aku juga doa supaya dijauhkan dari dosa lisan dan jari, termasuk lewat chat dan media sosial. Ramadan di tengah berita konflik ini memang kerasa berat. Tapi doa ketika jalan bisa jadi salah satu amalan kecil yang diam-diam menguatkan. Rasanya kayak lagi bilang ke diri sendiri: dunia memang tempat ujian, tapi selama masih bisa melangkah sambil berzikir dan berdoa, insya Allah ada ketenangan yang Allah titipkan di hati.






semua nya itu kita serah kan kepada allah swt di samping itu kita berdoa smoga berakhir nya perang .....Aamiin ya Robbal Alamiin 🤲🤲🤲