terbongkar pada waktunya, beli partai besar dihitung eceran (badan gizi nasional)? #mbg @badangizinasional.ri @gerindra
Pengalaman saya pribadi saat memantau aktivitas pembelian barang di lingkungan kerja atau pasar sering kali menunjukkan adanya perbedaan harga yang cukup mencolok antara pembelian partai besar dan pembelian eceran. Dalam konteks Badan Gizi Nasional, hal ini menjadi sangat penting mengingat pengelolaan anggaran dan penyediaan bahan pangan harus transparan dan efisien. Saya pernah mengikuti sidak secara langsung yang menyoroti praktek pembelian bahan pangan seperti telur, kacang, dan produk wingko dengan harga yang tidak konsisten antara pembelian partai besar dan eceran. Misalnya, telur yang seharusnya mendapat harga lebih murah jika dibeli dalam jumlah besar, justru dihitung dengan harga eceran yang lebih mahal. Hal ini mengindikasikan potensi pemborosan anggaran yang bisa mencapai jutaan rupiah jika dikalkulasi selama periode tertentu. Selain itu, saat menonton video sidak yang direkam di lokasi, saya melihat bagaimana beberapa petugas penjual mencoba membela harga tersebut dengan alasan operasional, namun perhitungan harga satuan yang dilakukan menunjukkan inkonsistensi. Harga kacang dan wingko, yang biasanya dibanderol per kilogram, dihitung seolah-olah konsumen membeli satuan kecil dengan harga lebih tinggi. Hal-hal seperti ini tentu berdampak buruk pada transparansi pengelolaan dana publik terutama di sektor gizi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan menuntut adanya keterbukaan data pembelian serta harga yang jelas dan sesuai standar pasar. Pengawasan yang ketat juga harus melibatkan pihak-pihak publik dan lembaga pengawas agar setiap anggaran yang digunakan untuk kesehatan masyarakat benar-benar efektif dan tepat sasaran. Dengan berbagi pengalaman ini, saya berharap semakin banyak pihak yang peduli untuk meluruskan praktek pembelian yang tidak sesuai tersebut demi meningkatkan kualitas layanan dan penggunaan anggaran publik. Jangan ragu untuk mengawasi dan melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian, karena perubahan besar dimulai dari kepedulian kita semua terhadap transparansi dan keadilan harga.







































