Pemuda harus melestarikan
Sebagai pemuda yang sering nongkrong di sekitar Jl. Sampora, aku makin sadar kalau melestarikan lingkungan dan budaya itu bisa dimulai dari hal sederhana. Di Sanggar Energi Ilahi, kami diajak melihat lagi bahwa semua punya pemilik dan tanggung jawab: sawah, ladang, kebun, hutan, sampai rumah. Dari situ muncul ide buat kampanye kecil-kecilan pakai media yang dekat sama anak muda, salah satunya stiker Mas Rian unjuk kebolehan. Kenapa stiker? Karena stiker itu murah, gampang ditempel, dan bisa jadi cara kreatif buat menyampaikan pesan. Aku pernah lihat stiker Mas Rian dengan desain unik yang ditempel di motor, buku, bahkan di pintu rumah. Dari situ aku kepikiran, kok seru ya kalau konsep "Seugala Seusuatu Pasti Ada Peumiliknya" dari sanggar juga dituangkan dalam bentuk stiker. Misalnya, stiker bergambar sawah dengan tulisan ajakan menjaga alam, atau stiker hutan dengan pesan jangan buang sampah sembarangan. Pengalaman pribadi, waktu kami bareng teman-teman bikin dan bagiin stiker ke warga sekitar, responnya lumayan positif. Ada yang nanya maksud pesannya, ada yang minta tambahan stiker buat ditempel di warung. Diskusi kecil itu justru bikin kami makin sadar, kalau edukasi nggak harus selalu lewat seminar resmi. Kadang lewat visual sederhana di stiker udah cukup bikin orang berhenti sejenak dan mikir. Buat kamu yang penasaran dengan stiker Mas Rian unjuk kebolehan, kamu bisa jadikan itu inspirasi. Coba buat versi kamu sendiri yang nyambung sama lingkungan di sekitar: mungkin tentang sawah yang mulai berkurang, ladang yang jarang diurus, kebun yang butuh dirapikan, atau hutan yang harus dijaga. Tempel di tempat yang banyak dilihat anak muda, kayak buku catatan, helm, motor, atau di area sanggar. Selain itu, pemuda juga bisa bikin kegiatan kecil di kampung, misalnya lomba desain stiker bertema pelestarian lingkungan atau budaya lokal. Nanti desain yang menang bisa dicetak dan disebar. Cara ini nggak cuma seru, tapi juga ngasih ruang buat anak muda unjuk kebolehan sambil tetap membawa pesan positif. Intinya, melestarikan itu nggak cuma soal teori. Lewat sanggar, Jl. Sampora, dan ide stiker Mas Rian, aku belajar kalau kreatif itu penting. Kamu bisa mulai dari hal yang kamu suka: desain, doodle, fotografi, atau tulisan pendek. Jadikan semua itu medium ajakan supaya kita sebagai pemuda nggak lupa kalau setiap jengkal sawah, ladang, kebun, hutan, dan rumah punya pemilik dan patut dijaga bareng-bareng.


































