4/5 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang pernah mengikuti tradisi Cheng Beng di Bagansiapiapi, saya merasakan betapa kuatnya ikatan emosional antara komunitas dengan leluhur mereka. Setiap tahunnya, warga berkumpul untuk membersihkan makam dan melakukan doa bersama, sebuah bentuk penghormatan yang tidak hanya bersifat ritual tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar keluarga. Di Riau, terutama di daerah Rohil, tradisi ini juga menjadi momen penting untuk merenungkan nilai hidup dan menghargai jasa orang-orang yang telah mendahului. Selain kegiatan membersihkan makam, warga juga saling berbagi makanan dan cerita sejarah keluarga yang membuat suasana tambah akrab. Melalui berbagai siaran seperti yang dihadirkan oleh RIAU TV dan media lokal lainnya, tradisi Cheng Beng semakin dikenal luas. Ini menjadi bukti bahwa menjaga warisan budaya adalah tanggung jawab bersama. Saya berharap tradisi ini terus lestari, terutama di kalangan generasi muda, agar mereka tidak melupakan akar dan identitas budaya mereka. Bagi yang belum pernah merasakan sendiri suasana Cheng Beng, mengikuti acara ini bisa menambah wawasan dan memberikan perasaan hangat karena kebersamaan dan rasa hormat yang ditunjukkan. Tradisi ini bukan hanya sekedar upacara, melainkan refleksi mendalam terhadap nilai kehidupan dan penghormatan terhadap orang tua serta leluhur.

Cari ·
mainan boneka yang bergerak