1 foto dari rol kamera
piye
Peribahasa Jawa memiliki nilai luhur yang sarat dengan pesan moral, terutama dalam konteks saling menghargai dan menghormati antar sesama. Contohnya adalah peribahasa yang sering diucapkan, "Nek ditulung ojo mentung, nek di bolo ojok dadi ulo, nek diajeni ojok ngrendahno," yang berarti saat kita dibantu jangan sombong, saat dibalas jangan berbuat jahat, dan saat dihargai jangan merendahkan orang lain. Saya sendiri pernah mengalami manfaat dari menerapkan filosofi ini dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika saya mendapat bantuan dari rekan kerja, saya berusaha menunjukkan rasa terima kasih tanpa merasa lebih dari mereka. Hal ini menciptakan suasana kerja yang harmonis dan saling pengertian. Kalimat-kalimat ini mengingatkan kita agar selalu rendah hati dan memelihara rasa hormat, tidak hanya dalam keluarga tetapi juga di lingkungan sosial dan profesional. Selain itu, peribahasa tersebut juga mengajarkan kita pentingnya menjaga sikap dan kata-kata supaya tidak menyakiti atau merendahkan orang lain saat kita merasa berada di posisi lebih baik. Sikap tersebut sangat berharga untuk membangun kedamaian dan saling percaya. Saya percaya dengan memahami dan mengamalkan isi dari peribahasa Jawa ini, kita bisa memperkaya kehidupan bermasyarakat. Ini menjadi pengingat agar kita tetap menghargai setiap individu, tidak hanya dari kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata. Dengan begitu, nilai kebersamaan dan persaudaraan semakin kuat dan tahan lama.







































