Bermimpilah setinggi langit . .Jangan pernah takut
2025/11/16 Diedit ke
... Baca selengkapnyaKalimat "gapailah mimpimu setinggi langit" dulu cuma terdengar seperti quotes keren di internet buat aku. Tapi makin ke sini, aku sadar kalau kalimat itu baru kerasa maknanya ketika kita benar-benar mulai melangkah.
Aku pernah ada di fase yang takut bermimpi besar. Rasanya minder, ngerasa nggak punya cukup kemampuan, dan selalu mikir, "Ah yang kayak gitu cuma bisa dicapai orang-orang hebat." Sampai akhirnya aku coba jujur sama diri sendiri: sebenernya aku pengin apa sih dalam hidup? Bukan buat impress orang lain, tapi bener-bener mimpi yang bikin hati hangat kalau kebayang.
Dari situ aku mulai bikin daftar mimpi kecil dan besar. Misalnya, mimpi bisa kerja di bidang yang aku suka, punya usaha sendiri, atau sesederhana berani tampil percaya diri di depan orang. Aku tulis semua, bahkan yang kelihatannya "nggak mungkin". Ternyata, dengan ditulis, mimpi itu jadi lebih nyata dan nggak cuma muter di kepala.
Yang paling penting, aku belajar kalau bermimpi setinggi langit harus diimbangi dengan langkah kecil yang konsisten. Misalnya kalau mimpinya punya usaha bakery, ya mulai dulu dari belajar bikin pastry, ikut kelas online, atau magang di toko roti. Kayak di etalase toko roti yang penuh pilihan Sultana, Chocolate Pastry, Butter Croissant, tiap jenis roti itu butuh proses dan resep berbeda, tapi semua bermula dari adonan pertama. Begitu juga dengan mimpi, semua punya prosesnya masing-masing.
Ada kalanya aku gagal dan rasanya ingin nyerah. Di titik itu, quotes "mimpilah setinggi langit" bukan cuma soal tinggi mimpi, tapi juga tentang seberapa kuat kita bangkit lagi setelah jatuh. Aku biasanya kasih jeda buat diri sendiri, refleksi, dan nanya lagi: apakah aku masih mau mengejar mimpi ini? Kalau iya, berarti saatnya coba cara lain, bukan berhenti.
Menurutku, quotes bermimpilah setinggi langit jadi lebih bermakna ketika kita nggak cuma share di caption, tapi beneran jadi pengingat hari-hari. Tempel di dinding kamar, jadikan wallpaper HP, atau tulis di jurnal harian. Setiap kali lihat, aku diingatkan kalau aku berhak punya mimpi besar, meskipun jalan yang aku lewati pelan dan penuh keraguan.
Kalau kamu sekarang lagi ragu, nggak apa-apa kok. Wajar banget. Tapi coba mulai dari satu langkah paling sederhana hari ini: tulis mimpimu, cari satu hal kecil yang bisa kamu lakukan untuk mendekat ke sana. Pelan-pelan, kamu akan sadar kalau mimpi setinggi langit bukan sesuatu yang mustahil, selama kamu mau terus bergerak dan percaya sama prosesnya.