TULUNGAGUNG - Daftar desa dan kelurahan di Kabupaten Tulungagung yang dilewati proyek Tol Kediri-Tulungagung.
Pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung terus menunjukkan progres sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditujukan untuk memperkuat konektivitas kawasan selatan Jawa Timur.
Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi tulang punggung mobilitas baru, khususnya dalam mendukung akses menuju Bandara Dhoho Kediri sekaligus mempercepat pergerakan orang dan barang antarwilayah.
Tol Kediri–Tulungagung memiliki total panjang 44,17 kilometer. Ruas tersebut terdiri dari jalan utama sepanjang 37,35 kilometer serta akses khusus menuju Bandara Dhoho sepanjang 6,82 kilometer.
Jalan tol ini dirancang dengan konfigurasi dua arah masing-masing dua lajur, lengkap dengan empat simpang susun yang tersebar di wilayah Kediri, Bulawen, Mojo, dan Tulungagung.
Di Kabupaten Tulungagung, proyek tol ini akan melintasi sejumlah wilayah desa dan kelurahan yang berada di jalur penghubung strategis antara Kediri dan pusat Kota Tulungagung.
Keberadaan tol ini diperkirakan akan membawa dampak langsung terhadap perubahan pola ruang dan aktivitas ekonomi di Tulungagung.
Akses yang lebih cepat menuju Kediri dan Bandara Dhoho diyakini mampu memangkas waktu tempuh, meningkatkan efisiensi logistik, serta membuka peluang investasi baru di sektor perdagangan, pariwisata, dan industri pendukung.
Proyek Tol Kediri–Tulungagung didukung investasi PT Gudang Garam Tbk dengan nilai mencapai Rp 9,92 triliun dan masa konsesi selama 50 tahun.
Skema pendanaan ini menegaskan peran sektor swasta dalam mendorong pembangunan infrastruktur strategis nasional, khususnya di wilayah yang selama ini belum terhubung langsung dengan jaringan jalan tol.
Bandara Dhoho Kediri sendiri dibangun melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau public-private partnership.
Kehadiran tol ini akan menjadi faktor penting dalam menunjang operasional bandara sekaligus mempercepat pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi ke wilayah selatan Kediri dan sekitarnya, termasuk Tulungagung.
Seiring dicanangkannya proyek tersebut, geliat pembangunan mulai terasa di berbagai lapisan masyarakat. Pelaku UMKM mulai menyiapkan produk yang menyasar pasar baru, terutama wisatawan dan pengguna jasa bandara.
Di sisi lain, pemilik lahan mulai merapikan aset mereka, sementara warga setempat mulai melihat peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau karena keterbatasan akses.
Pemerintah daerah diharapkan terus mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana, termasuk memastikan komunikasi dengan masyarakat terdampak berjalan terbuka dan partisipatif.
Dengan perencanaan matang dan pelaksanaan yang berkelanjutan, Tol Kediri–Tulungagung diharapkan tidak hanya menjadi jalur penghubung, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Tulungagung dan kawasan selatan Jawa Timur.
Berikut adalah daftar lengkap dan kecamatan yang dilewati proyek tol Kediri-Tulungagung.
1. Kecamatan Kedungwaru
Desa Simo
2. Kecamatan Karangrejo
Desa Gedangan
Desa Sukowidodo
Desa Sembon
Desa Sukowiyono
Desa Bungur
Desa Tulungrejo
Desa Punjul
Desa Sukodono
3. Kecamatan Kauman
Desa Batangsaren
Kelurahan Panggungrejo
Kelurahan Kutoanyar
Desa Panggungrejo
Desa Balerejo
Sebagai seseorang yang mengikuti perkembangan proyek Tol Kediri-Tulungagung, saya merasakan betul bagaimana infrastruktur ini membawa perubahan besar di daerah sekitar. Jalan tol yang menghubungkan Kediri dan Tulungagung memberikan akses yang jauh lebih cepat dan lancar, terutama bagi pelaku UMKM yang mulai memasarkan produk mereka ke segmen wisatawan dan pengguna bandara. Saya perhatikan, selain dari desa dan kelurahan seperti Simo, Gedangan, sampai Panggungrejo yang sudah disebutkan dilewati tol, pembangunan simpang susun modern dengan pemandangan perbukitan hijau juga menjadi perhatian menarik. Keberadaan jalan tol dua lajur lengkap dengan jembatan layang memudahkan mobilitas orang dan barang berpindah dengan efisien. Dampaknya terasa nyata pada aktivitas ekonomi lokal, warga mulai merapikan aset tanah dan membuka usaha baru untuk menyesuaikan dengan perkembangan akses baru ini. Beberapa usaha pariwisata pun mulai bermunculan di sekitar jalur tol dan bandara, merefleksikan pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi ke wilayah selatan Jawa Timur. Proyek ini juga menunjukkan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, dengan dukungan investasi dari PT Gudang Garam Tbk senilai hampir Rp 10 triliun yang menandai pentingnya kolaborasi dalam pembangunan nasional. Pendekatan KPBU seperti pada pembangunan Bandara Dhoho memberi contoh bagus bagaimana infrastruktur strategis bisa dikembangkan secara berkelanjutan. Bagi masyarakat yang tinggal di desa-desa yang dilalui tol, proyek ini bukan sekadar perubahan fisik, tetapi juga membuka peluang baru yang sebelumnya sulit dijangkau. Dalam pandangan pribadi saya, komunikasi dan keterbukaan dari pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan manfaat dari pembangunan ini dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh warga setempat.


TULUNGAGUNG - Daftar desa dan kelurahan di Kabupaten Tulungagung yang dilewati proyek Tol Kediri-Tulungagung. Pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung terus menunjukkan progres sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditujukan untuk memperkuat konektivitas kawasan selatan Jawa Timur. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi tulang punggung mobilitas baru, khususnya dalam mendukung akses menuju Bandara Dhoho Kediri sekaligus mempercepat pergerakan orang dan barang antarwilayah. Tol Kediri–Tulungagung memiliki total panjang 44,17 kilometer. Ruas tersebut terdiri dari jalan utama sepanjang 37,35 kilometer serta akses khusus menuju Bandara Dhoho sepanjang 6,82 kilometer. Jalan tol ini dirancang dengan konfigurasi dua arah masing-masing dua lajur, lengkap dengan empat simpang susun yang tersebar di wilayah Kediri, Bulawen, Mojo, dan Tulungagung. Di Kabupaten Tulungagung, proyek tol ini akan melintasi sejumlah wilayah desa dan kelurahan yang berada di jalur penghubung strategis antara Kediri dan pusat Kota Tulungagung. Keberadaan tol ini diperkirakan akan membawa dampak langsung terhadap perubahan pola ruang dan aktivitas ekonomi di Tulungagung. Akses yang lebih cepat menuju Kediri dan Bandara Dhoho diyakini mampu memangkas waktu tempuh, meningkatkan efisiensi logistik, serta membuka peluang investasi baru di sektor perdagangan, pariwisata, dan industri pendukung. Proyek Tol Kediri–Tulungagung didukung investasi PT Gudang Garam Tbk dengan nilai mencapai Rp 9,92 triliun dan masa konsesi selama 50 tahun. Skema pendanaan ini menegaskan peran sektor swasta dalam mendorong pembangunan infrastruktur strategis nasional, khususnya di wilayah yang selama ini belum terhubung langsung dengan jaringan jalan tol. Bandara Dhoho Kediri sendiri dibangun melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau public-private partnership. Kehadiran tol ini akan menjadi faktor penting dalam menunjang operasional bandara sekaligus mempercepat pergeseran pus