#Cinta _kepada_Nabi_adalah_Jalan_Menuju_Allah
23 Ramadan - Shalat kepada Nabi (shalawat dan salam kepadanya) adalah kehadiran yang bercahaya.
Oleh karena itu, jiwa-jiwa meluap dan hati berkembang saat mereka menikmati taman-taman rahmat, berkah, dan dukungan ilahi, kasih sayang, dan cahaya. Beliau (shalawat dan salam kepadanya) adalah cahaya yang meluas dan esensi yang unik, makhluk yang paling penyayang kepada makhluk ciptaan, dan yang menyeru kepada Allah dengan kebenaran, dengan izin, dukungan, dan otoritas. Tidak diragukan lagi, realitas ilahi melimpah kepada hamba yang mencari keridhaan Allah Yang Maha Kuasa, segera setelah ia menjadikan shalat kepada Nabi (shalawat dan salam kepadanya) sebagai praktik sehari-hari, bahkan sebagai ibadah yang murni, dengan mengingat kehadiran Allah yang agung, kehadiran kenabian. Kemampuannya untuk mencapai pencerahan spiritual meningkat ketika ia memahami makna doa kepada Nabi (shalawat dan salam kepadanya) dan realitas manusia tentang penciptaan, rezeki, mencari rezeki, dan mengingatnya, semua terhubung dengan cinta yang berlebihan, bahkan kehancuran total, dalam mengingatnya (shalawat dan salam kepadanya) dan berdoa kepadanya. Oleh karena itu, tidak ada yang akan berhasil kecuali mereka yang menghayati ayat mulia yang memerintahkan dan memberitahukan kepada orang-orang beriman bahwa Allah Yang Maha Kuasa dan para malaikat-Nya tidak pernah berhenti berdoa kepadanya (shalawat dan salam kepadanya). Jika kehadiran... Kehadiran Ilahi dan malaikat berdoa kepadanya, shalawat dan salam kepadanya. Maka apa kedudukanmu dalam kehidupan manusiawimu, kemudian keberadaanmu di antara orang-orang saleh, kemudian kerinduanmu akan kedudukan para wali terdekat, sementara kamu tidak mampu memahami doa yang sebenarnya kepadanya, shalawat dan salam kepadanya? Siapa pun yang tidak menemukan kehadiran Nabi dalam segala hal belum berhasil. Dan siapa pun yang tidak menyadari kehadiran kenabian di alam semesta, dari Arasy hingga Bumi hingga tak terhingga, belum berhasil. Cahaya doa mengalir melalui tubuh, hati, dan jiwa, kemudian memenuhi ruang angkasa. Waktu itu sendiri berhenti ketika menyebut nama makhluk yang paling mulia, melanjutkan kemuliaannya yang abadi dan kekal, memancarkan dan mengabdikan dirinya, bahkan memenuhi alam semesta dengan cahayanya. Mengingat hal ini bertepatan dengan menyebut nama Kekasih, semoga kedamaian dan berkah Allah tercurah kepadanya, dan hakikat kehidupan sejati mengalir melalui inti keberadaan hamba. Cahaya kenabian menyucikan pikiran, meneranginya dengan kebijaksanaan, kemudian dengan pemahaman dalam arti rahmat. Kemudian, kehendak yang benar dipadukan dengan tindakan yang benar, mengikuti jalan dan metode kenabian dalam segala hal, dalam keseluruhan masalah dan detailnya. Dengan demikian, langkah-langkah dipandu oleh ajaran kenabian. Doa kepada Nabi, semoga kedamaian dan berkah Allah tercurah kepadanya, dalam aspek pribadi dan publik, individu dan kolektif, adalah yang terpenting dari semua hal, bahkan, hakikat keberadaan kita.
Kita diciptakan hanya untuk berdoa kepada beliau (shalawat dan salam kepadanya). Ini adalah salah satu ibadah yang diperintahkan Allah kepada kita, dan Dia menjadikan kemampuan dan kesiapan hamba-hamba-Nya berbeda-beda. Tidak ada kebenaran di luar fakta ini kecuali bahwa, meskipun kita melaksanakan salat dan tekun melakukannya, kita tetap tidak mampu memahami esensi salat yang telah Allah sampaikan kepada ciptaan-Nya: salat yang terus-menerus, abadi, dan kekal kepada beliau (shalawat dan salam kepadanya). Sebagian dari mereka yang menyembah teks dan bukan Pencipta teks dan Rasul teks (shalawat dan salam kepadanya) merasa berlebihan dalam memuji kaum miskin, kaum yang membutuhkan, dan mereka yang terpesona dengan kemuliaan kenabian. Mereka melihat realitas Muhammad yang mereka nyanyikan dan bahkan mereka abdikan diri kepadanya sebagai politeisme. Bagaimana mungkin kehadiran kenabian ada di alam semesta? Bagaimana seorang hamba dapat merasakannya, terhubung dengannya, berbicara dengannya, dan menikmati penglihatan kenabian? Bagaimana ia dapat mengambil dari kehadiran Nabi keindahan ucapan, keunikan pemahaman, makna petunjuk, dan cahaya kebijaksanaan? Bagaimana ia akan memahami bahwa Anda melihat Nabi, semoga kedamaian dan berkah Allah tercurah kepadanya, sebagai sosok yang hidup, dan bahwa beliau hidup di setiap waktu dan tempat, hadir, nyata, dan tersembunyi dalam segala hal, dari siapa alam semesta memperoleh segala kebaikan, berkah, rahmat, cinta, dan kasih sayang?
رَضِيْتُ بِاللّٰهِ رَبًّا وَبِالْاِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍﷺ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً
جَزَىٰ ٱللَّهُ عَنَّا سَيِّدَنَا مُحَمَّدَاً ﷺ مَا هُوَ أَهْلُه
اَنَا فِيْ جَاهِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَسَلَّمَ
يَا رَبَّناَ يَسِّرْ لَنَا أُمُوْرَنَا بِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍﷺ
اللهم صل على سيدنا محمد قمر الوجود في هذا اليوم وفي كلّ يوم وفى اليوم الموعود سر و جهرا في الدنيا و الآخرة و على اله وصحبه و سلم
اللهم يا حبيبي يا نور صلي على حبيبك وحبيبي محمد النور 💚































