selagi ada kemauan pasti ada jalan
Aku dulu ada di fase yang tulisannya persis kayak di foto: kerja siang malam, tapi hutang masih numpuk dan tiap pagi cuma bisa berharap cuaca cerah biar semangat nggak turun. Rasanya campur aduk, antara malu sama orang lain dan kecewa sama diri sendiri. Tapi pelan-pelan aku belajar kalau malu itu nggak bikin hutang hilang, yang bikin berubah ya tindakan kita. Hal pertama yang aku lakukan adalah jujur sama diri sendiri soal total hutang. Dulu aku suka ngelak, nggak berani lihat angka sebenarnya. Setelah berani catat semua, aku bagi jadi 2: hutang yang harus segera dibayar (karena ada jatuh tempo dekat) dan hutang yang masih agak panjang tenornya. Dari situ baru kelihatan mana yang jadi prioritas. Lalu aku mulai bikin rutinitas pagi yang simpel. Bangun lebih awal, cek kerjaan yang bisa dikerjain hari itu, dan tulis target kecil: misalnya hari ini harus ada tambahan income berapa. Rutinitas pagi ini penting banget, semacam pengingat bahwa masalah hutang pasti ada penyelesaiannya, cepat atau lambat, selama kita terus gerak. Soal kerja siang malam, aku belajar untuk cari kerjaan tambahan yang realistis. Aku pernah coba ambil terlalu banyak, ujungnya burnout dan malah nggak maksimal. Sekarang aku fokus ke 1–2 sumber income ekstra yang benar-benar bisa aku jalani: bisa berupa kerja freelance, jualan online kecil-kecilan, atau bantu orang dengan skill yang aku punya. Yang penting konsisten, bukan heboh di awal lalu capek. Satu lagi yang cukup ngaruh: berhenti gengsi. Kalau lagi bokek, aku mulai berani bilang ke teman atau keluarga, "Aku lagi fokus lunasin hutang, jadi nggak bisa ikut nongkrong terus atau belanja-bareng dulu." Ternyata banyak yang paham, bahkan ada yang support dengan cara mereka sendiri. Rasa malu itu pelan-pelan berkurang karena aku tahu sedang berusaha. Aku juga bikin aturan kecil buat diri sendiri: setiap ada pemasukan, langsung sisihkan persentase tertentu untuk bayar hutang, sesedikit apa pun. Walaupun kadang terasa lambat, lama-lama kelihatan progresnya. Dan tiap kali berhasil nutup satu cicilan, aku kasih apresiasi ke diri sendiri, sekecil apa pun. Kalau kamu lagi di posisi yang sama, ingat saja: bokek dan punya hutang itu bukan akhir cerita. Yang penting kamu punya kemauan buat beresin, nggak lari dari tanggung jawab. Pelan-pelan cari jalan, tata rutinitas, dan jangan terlalu keras sama diri sendiri. Selagi ada kemauan, pasti ada jalan, dan masalah hutang insyaallah selalu ada penyelesaiannya.