... Baca selengkapnyaSebagai pecinta seafood, khususnya bagian rahang tuna, aku cukup sering hunting rahang tuna di Jogja dan Semarang. Salah satu yang paling sering banget disebut orang adalah rahang tuna Jogja di Pawon Tempuran by Toto Dahar. Dari pintu masuk saja sudah kelihatan vibes-nya: dinding bambu, jalan setapak, dan tulisan gede “Rahang tuna ternikmat di Jogja!”. Awalnya aku pikir cuma gimmick, tapi ternyata rasanya memang boleh diadu.
Buat yang pertama kali ke sini, lokasinya ada di Jl. S. Hartono No. 3, Gondangan, Ngaglik, Sleman. Dari jalan besar sudah cukup kelihatan, parkiran juga lumayan luas. Begitu masuk, kita bakal lihat dapur terbuka dengan panggangan arang, asap tipis-tipis dan aroma tuna bakar yang nendang banget. Menurutku ini jadi poin plus karena kita bisa lihat proses masaknya, jadi makin yakin kalau rahang tuna-nya benar-benar fresh.
Soal menu rahang tuna, di Pawon Tempuran pilihannya nggak cuma satu. Ada rahang tuna bakar bumbu kecap, bumbu lada hitam, sampai yang pedas manis. Biasanya sudah jadi satu paket menu rahang tuna sama nasi, sambal, lalapan, dan kuah/sup hangat. Porsinya menurutku cukup royal; rahangnya besar, dagingnya tebal, tapi tetap empuk dan nggak amis. Kalau kamu suka eksplor, bisa juga cobain tuna menu lain selain rahang, seperti steak tuna, sate tuna, atau olahan bagian lain yang ada di daftar menu Pawon Tempuran.
Dari segi rasa, yang paling aku suka itu bagian gajih-gajih di rahang tuna yang kena bakaran arang, jadi agak smoky dan gurih. Sambalnya juga penting banget: ada sambal bawang dan sambal ijo, dua-duanya mantap dimakan bareng nasi panas. Kalau kamu kurang suka pedas, bisa minta sambal dipisah. Buatku, dibanding beberapa resto rahang tuna Jogja lain, bumbunya di sini cenderung lebih medok dan meresap sampai ke dalam.
Urusan suasana, Pawon Tempuran punya area indoor dan outdoor. Malam hari, area outdoor di bawah pepohonan dan payung-payung besar berasa cozy banget buat makan ramean. Indoor-nya juga nggak kalah nyaman, banyak meja kayu panjang cocok untuk keluarga. Karena cukup hits, jam makan malam biasanya lumayan rame, jadi kalau weekend aku saranin datang agak awal biar nggak terlalu ngantri.
Untuk kamu yang lagi bandingin rahang tuna Semarang dan rahang tuna di Jogja, menurut pengalamanku, karakter bumbu di Pawon Tempuran ini lebih ke manis-gurih khas Jawa, dengan sentuhan bakaran arang yang kuat. Di Semarang kadang ada yang lebih ke asin-gurih. Jadi tinggal sesuaikan selera. Tapi kalau kamu lagi di Jogja dan cari resto rahang tuna Jogja yang spesialis, Pawon Tempuran ini wajib masuk list.
Beberapa orang juga cari info soal "Pawon Tempuran by Toto Dahar ulasan" sebelum datang. Versi jujurku: harga masih tergolong masuk akal untuk porsi dan kualitas ikan tunanya, pelayanan cukup sigap walau rame, dan yang paling bikin nagih ya rasa rahang tuna bakarnya. Kalau kamu sudah pernah coba tempat lain seperti depot tunas mekar Jogja atau pawon rahang tuna Jogja lain, menurutku tetap seru buat bandingin sendiri.
Kesimpulannya, kalau lagi pengin rahang tuna jogja pawon tempuran, siap-siap pulang dengan perut kenyang dan baju agak bau asap bakaran, tapi hati bahagia. Jangan lupa cek daftar menu Pawon Tempuran dulu, biar pas datang sudah tahu mau pesan rahang tuna yang mana dan bisa eksplor menu tuna lainnya juga.