Wisata bahari di Pantai Bentar (Bentar Beach), Kabupaten Probolinggo, kembali didatangi kawanan hiu tutul sejak Minggu (23/11/2025). Sedikitnya empat ekor hiu berukuran 8–10 meter terlihat berenang di sekitar kawasan wisata tersebut dan langsung menarik perhatian pengunjung.
Fenomena ini biasanya menjadi momen yang selalu dinantikan warga. Operator wisata Bentar Beach, Abdurrohim Mawardi, menjelaskan bahwa kemunculan hiu tutul biasanya terjadi menjelang musim hujan, khususnya antara Desember hingga Maret. Karena itu, Bentar Beach kerap menjadi titik favorit wisatawan yang ingin menyaksikan langsung satwa laut berukuran raksasa tersebut.
Menurut Abdurrohim, hiu tutul justru menjadi magnet wisata edukatif yang tidak ditemukan di pantai lain di sekitar Probolinggo. Oleh karena itu, pihak pengelola menyediakan fasilitas perahu motor yang memungkinkan pengunjung melihat hiu tutul dari jarak lebih dekat. Tiket masuk kawasan wisata dipatok Rp20.000, sementara tarif perahu Rp50.000 per orang.
Selain itu, pengelola memastikan seluruh kegiatan wisata tetap aman. Setiap pengunjung mendapat arahan keselamatan sebelum naik perahu agar perjalanan berlangsung tertib dan terkontrol. “Kami selalu mengutamakan aspek keselamatan. Wisatawan harus memahami aturan agar pengalaman mereka tetap nyaman,” ujarnya.
Jumlah hiu tutul diperkirakan terus bertambah hingga akhir tahun. Meski berukuran besar, mamalia laut pemakan plankton itu dikenal jinak dan tidak membahayakan nelayan maupun wisatawan. Kendati demikian, pengunjung diminta menjaga ketenangan selama di atas perahu serta mempertahankan jarak aman agar tidak mengganggu satwa yang tengah bermigrasi tersebut.
Waktu pertama kali dengar kabar hiu tutul kembali muncul di perairan wisata bahari Pantai Bentar, Probolinggo, aku langsung penasaran banget. Selama ini cuma lihat di foto dan video, jadi ketika ada kesempatan buat datang sendiri, aku manfaatkan sekalian buat short trip akhir pekan. Sebelum berangkat, aku sengaja cari info dulu soal kondisi cuaca dan musim kemunculan hiu tutul. Katanya, kemunculannya sering menjelang musim hujan, sekitar Desember sampai Maret. Kalau kamu tipikal yang suka hunting momen langka, menurutku cocok banget datang di rentang bulan itu. Selain peluang ketemu hiu tutul lebih besar, suasana pantai juga nggak terlalu terik. Setibanya di kawasan wisata bahari Pantai Bentar, suasananya cukup ramai tapi masih nyaman. Di gerbang masuk kita bayar tiket Rp20.000, lalu kalau mau lihat hiu tutul dari dekat, bisa lanjut sewa perahu motor sekitar Rp50.000 per orang. Menurutku, harga ini masih oke banget untuk pengalaman melihat hiu tutul langsung di habitatnya. Sebelum naik perahu, petugas kasih arahan keselamatan. Di sini penting banget buat diperhatikan, soalnya kita bakal turun ke tengah laut. Biasanya dijelaskan posisi duduk yang aman, cara memakai pelampung, sampai aturan selama di atas perahu, misalnya dilarang berdiri sembarangan, dilarang berteriak-teriak, dan tidak melempar apapun ke laut. Pengelola cukup tegas soal ini karena demi keselamatan penumpang dan kenyamanan hiu tutul. Begitu perahu mulai bergerak, rasa excited bercampur deg-degan. Perahu pelan-pelan menuju area tempat hiu tutul biasanya terlihat. Di tengah perjalanan, pemandu sering menunjuk spot-spot tertentu sambil menjelaskan bahwa hiu tutul yang muncul di perairan Pantai Bentar dikenal jinak, dan makanan utamanya plankton, bukan manusia. Itu lumayan menenangkan buat yang awalnya takut duluan. Saat pertama kali melihat punggung hiu tutul muncul di permukaan air, suasana di perahu langsung hening sejenak, lalu diikuti decak kagum. Ukurannya besar banget, sekitar beberapa meter, tapi gerakannya pelan dan terkesan damai. Pemandu selalu mengingatkan supaya perahu tidak terlalu mendekat agar tidak mengganggu pergerakan mereka. Menurutku, momen ini bikin kita lebih menghargai satwa laut dan pentingnya menjaga jarak aman. Tips dari pengalamanku: datanglah pagi hari saat ombak cenderung lebih tenang. Jangan lupa bawa topi, kacamata hitam, dan sunblock karena walaupun di laut anginnya sejuk, matahari tetap terasa menyengat. Bawa plastik kedap air untuk melindungi HP atau kamera kalau mau ambil foto hiu tutul. Jangan memaksa diri berdiri atau memegang sisi perahu saat sedang antusias memotret, karena bisa berbahaya. Selain naik perahu, kamu juga bisa menikmati suasana pantai, foto-foto di area dermaga, dan sekadar duduk santai sambil lihat laut. Buat yang suka eksplor tempat ibadah atau bangunan ikonik di sekitar Probolinggo, biasanya setelah dari Pantai Bentar orang-orang lanjut jalan ke beberapa spot wisata lain di kota, jadi bisa sekalian itinerary satu hari penuh. Yang paling berkesan dari kunjungan ke Pantai Bentar adalah sensasi melihat hiu tutul langsung, bukan hanya dari gambar atau video. Rasanya berbeda ketika menyaksikan sendiri mamalia laut raksasa ini muncul di permukaan air tepat di depan mata. Selama kita mengikuti arahan pengelola, pengalaman wisata bahari di Pantai Bentar menurutku aman, seru, dan sangat layak dicoba minimal sekali seumur hidup.
wah kenapa terdampar kak?