day 2 jadi istri idaman

setelah belusukan di hari pertama, di hari ke 2 belanja ke pasar kali ini, aku memutuskan belanja di bude yang lapak nya paling depan pasar...

daaaan allhamdulillah ternyata cocooook harganyaaaa, belanjaan aku di timbang, gak pake firasat dan perasaan lagi pas nentuin hargaaa, seneng bgtttt 🥹🥹

klo untuk udang, harga perkilo 70k, tergolong murah

tttaaapiii dikarenakan yang makan cuma ber2 dan budget 50k , jadilah aku tanya ke si bapak penjual

🧕: bisa beli seadanya pak??

🧒 : bisaa kak

yasudaaa aku ambil kira2 sebutuhnya akuuu, daaaan aku dapet side eyes lagiii

🧒 : sigini aja?

🧕: iya pak, bisa kan?

menimbang dengan wajah tidak ramah wkwkwk

yasudah di jadikan pembelajaran ajaaa , sepertinya next harus beli seperempat , karna worth it kok, udangnya maniiis

oke sekian cerita hari ke 2 belanja ke pasar, next bakal cerita lagi geees

2025/9/10 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBelanja di pasar tradisional memang penuh cerita dan pengalaman menarik, terutama saat menyesuaikan kebutuhan dengan budget yang terbatas. Pada hari kedua perjalanan belanja jadi istri idaman, memilih lapak di depan pasar memberikan keuntungan tersendiri, seperti harga yang cocok dan penimbangan barang yang jelas tanpa menggunakan firasat. Udang menjadi pilihan utama dengan harga perkilo sekitar 70 ribu rupiah, tergolong murah untuk kualitas segar yang didapat. Namun, karena hanya berdua yang akan makan dan punya budget terbatas 50 ribu, negosiasi dengan penjual menjadi kunci untuk mendapatkan jumlah yang pas. Membeli seadanya atau dalam porsi kecil memang sering kali mendapat pandangan aneh dari penjual, tapi hal ini justru mengajarkan kita cara lebih bijak mengelola pengeluaran. Melihat respon penjual yang kurang ramah saat menimbang udang, adalah pengalaman yang sering dialami pembeli pasar, terutama yang ingin belanja hemat tetapi tetap mendapat barang berkualitas. Pembelajaran dari situ adalah lebih baik menentukan ukuran pembelian, seperti membeli seperempat kilo, agar lebih worth it dan tidak mengecewakan kedua pihak. Selain itu, penting juga untuk membiasakan diri menimbang dan memperkirakan harga sebelum membeli, sehingga tidak perlu lagi mengandalkan firasat atau perkiraan. Belanja di pasar dengan cara ini membantu menjaga kontrol keuangan rumah tangga dan mendukung pola hidup hemat tanpa mengurangi kualitas makanan yang dikonsumsi. Bagi yang ingin memulai gaya hidup hemat dan cerdas dalam berbelanja bahan makanan, serangkaian cerita seperti ini memberikan insight berharga. Mencari lapak terbaik, berani bertanya tentang porsi dan harga, serta siap menghadapi penjual adalah kunci agar pengalaman berbelanja menyenangkan dan bermanfaat. Jadi, jangan ragu mencatat setiap pengalaman dan pembelajaran di pasar karena akan membantu membentuk kemampuan manajemen belanja sekaligus menjadi cerita unik sehari-hari.