Bikin Baso Bening Gampang Bgttt!!

IRT mau cerita nih ;

Kemarin sempet main ke Surken Bogor buat kulineran, dan nemu bakso bening yang ternyata enak banget. Kuahnya ringan, isinya sederhana tapi pas banget dimakan sore-sore di Bogor yang adem.

Dari situ jadi kepikiran, “duh kangen rasanya,” akhirnya aku recook sendiri di rumah.

Kali ini aku ikutin juga pake kwetiau, tetap pakai kuah bening gurih dan gak lupa sambal rawit biar makin nampol. Cuma no kaldu dari daging/tulang sapi karena pengen yg simple aja. Kuncinya ada di kapulaga, dan bunga lawang aja loh.

Surprisingly, rasanya jadi throwback ke vibes Surken kemarin, tapi versi homemade ✨🍲 #IRTPunyaCerita #RahasiaIRT #masakanrumahan

2025/8/26 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali recook bakso bening kwetiau di rumah, aku juga sempat bingung soal cara merebus bakso yang pas. Ternyata kuncinya di api dan sabar. Aku biasa didihkan air dulu, baru masukkan bakso saat air sudah benar‑benar mendidih. Setelah itu kecilkan jadi api kecil–sedang. Bakso direbus sampai mengapung, itu tandanya bagian dalamnya sudah matang. Jangan terlalu lama juga biar teksturnya nggak keras. Untuk bumbu kuah bakso bening versi simple, aku suka pakai bawang putih, bawang merah, lada, garam, sedikit gula, kapulaga, dan bunga lawang. Bawangnya aku tumis dulu sampai harum, baru masuk ke rebusan air panas. Walaupun tanpa kaldu daging atau tulang sapi, rasa kuahnya tetap gurih karena kombinasi bumbu dan tumisan bawangnya. Kalau mau lebih strong, bisa tambahkan sedikit kaldu bubuk, tapi aku pribadi lebih suka yang ringan saja. Bahan bumbu bakso bening yang wajib ada menurutku: bawang putih (bisa digoreng dulu lalu diulek), lada, garam, daun bawang–seledri, plus kapulaga dan bunga lawang tadi. Dua bahan terakhir ini bikin kuahnya wangi khas dan ada rasa hangat yang enak banget kalau dimakan sore hari. Kuah bening seperti ini cocok untuk bakso mie kwetiau, mie kuning, atau bihun. Untuk kwetiau beningnya, aku pakai kwetiau kering. Caranya aku rendam dulu pakai air panas sampai agak lembut, tiriskan, baru dicelup sebentar ke air mendidih sebelum disajikan. Hasilnya kwetiau tetap kenyal tapi nggak gampang putus. Kalau pakai kwetiau basah, cukup disiram air panas sebentar biar nggak lembek. Selain bakso berkuah, aku suka simpan sebagian bakso untuk dijadikan bakso kering. Biasanya aku rebus bakso sampai mengapung, tiriskan, lalu goreng sebentar atau tumis dengan kecap dan cabai. Ini enak banget buat cemal‑cemil simple, apalagi kalau lagi pengen yang nggak berkuah. Soal resep kuah bakso sapi, kalau kamu mau versi lebih nendang, bisa pakai tulang atau sedikit daging sapi yang direbus lama sampai kaldunya keluar. Setelah itu baru masukkan bumbu tumis yang sama: bawang putih, bawang merah, lada, kapulaga, bunga lawang, garam, dan gula. Tapi buat hari‑hari when you need masakan rumahan yang praktis, kuah bening tanpa tulang pun sudah cukup memuaskan. Yang nggak boleh ketinggalan tentu sambal pedasnya. Di mangkok kecil terpisah, aku biasanya ulek cabai rawit rebus dengan bawang putih, kasih garam dan sedikit air panas dari kuah bakso. Tinggal tuang sedikit ke mangkok bakso, rasanya langsung makin "suegerrr". Buat aku, kombinasi bakso bening kwetiau, kuah ringan, dan sambal rawit ini sudah paket lengkap bakso rumahan ala kaki lima yang gampang banget dibuat sendiri di rumah.

Cari ·
kwetiau kuah bening