Bacaan Mengandung Bawang😭👀

Jangan Baca Buku ini Kalau Lagi Hujan🌧️

Judul: Museum Teman Baik

Penulis: Ruhaeni Intan, Kennial Laia, Bageur Al Ikhsan, Utiuts, Rassi Narika, Sri Izzati, Awi Chin, Reda Gaudiamo, Teguh Affandi & Cyntha Hariadi

Penerbit: POSTPress

250 halaman

ISBN: 62-3745-1912-321

Sinopsis📚:

Bagi banyak dari kita, hubungan pertemanan terasa begitu penting di masa kanak-kanak hingga remaja. Bersama waktu, hidup menghadang kita dengan kerumitan-kerumitan baru, juga ragam hubungan pribadi yang dirasa lebih penting untuk dirawat -dengan keluarga, pasangan, atau anak-anak. Saat itu teman terdekat perlahan mundur, menjauh, menjadi orang yang sama sekali asing. Namun, bagi banyak yang lain, pertemanan justru menjadi tempatnya bersandar, yang menyelamatkan di saat-saat terapuhnya. Seperti hidup, pertemanan di usia dewasa pun memapar kita pada ragam dinamikanya. Ada yang brutal, ada yang menjaga dan melindungi. Ada yang keos bergejolak, ada yang tenang. Ada yang bertahan, ada yang berakhir terlalu cepat.

Ulasan✍🏻:

Tak pernah kubayangkan, ada buku sehangat ini, sampai-sampai rasanya takut membaca ketika hujan karena pasti bulir air mata berjatuhan wkwk. Bukan melebihkan, tetapi memang begitu adanya. Kapan terakhir kita berbicara soal pertemanan, mengingat kawan yang membersamai sejak lama sudah beda jalan, dulu sedekat nadi tetapi karena waktu sekarang berubah sejauh matahari dan bumi. Dulu kawan bersenda-gurau, sekarang hanya melontarkan pertanyaan basa-basi.

Mereka bilang "seiring bertambahnya usia, pasti ruang pertemanan berkurang." Tapi jika boleh membenarkan, harusnya sebisa mungkin dirawat yang benar. Meski ya kalau sudah beda jalan emang harus pisah di persimpangan jalan.

Kawan yang baik, akan terus bertahan dan mendengarkan, memperbaiki, dan komunikasi apa adanya. Aku rasa pesan ini yang kutangkap ketika membaca buku ini hingga akhir. Memberi kesan hangat dan tulus.

Makanya kalian ayo baca juga! Ramaikan membeli Museum Teman Baik✨🌻

2024/12/5 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPertemanan memang sebuah hal yang penuh warna dan perubahan seiring waktu. Dari pengalaman saya, menjaga hubungan dengan teman lama perlu usaha sadar, terutama karena kita semua berubah dan punya prioritas berbeda dengan berjalannya usia. Buku ini mengingatkan kita bahwa pertemanan yang tulus adalah tempat berlindung ketika dunia terasa berat. Selain itu, buku ini juga menyentuh tentang bagaimana komunikasilah yang menjadi kunci agar pertemanan tetap langgeng. Saya pernah merasakan bagaimana komunikasi yang jujur dan terbuka mampu memperbaiki kesalahpahaman yang dulu cukup lama membatasi kedekatan dengan teman saya. Di 'Museum Teman Baik', ada juga cerita-cerita tentang tokoh seperti Bageur Al Ikhsan yang menguatkan pesan pentingnya dukungan dalam persahabatan. Membaca bagian tersebut membuat saya sadar betapa beruntungnya ketika kita memiliki sahabat yang bisa dipercaya dan selalu ada, seperti yang digambarkan dalam surat dari Aster di dalam buku. Selain itu, buku ini juga menghadirkan refleksi tentang bagaimana pertemanan di usia dewasa seringkali mengalami pasang surut, namun berjuang tetap layak dilakukan. Sangat direkomendasikan bagi yang ingin memahami makna persahabatan lebih dalam dan menyentuh hati.

Cari ·
contoh kalimat buat disney pixar poster