Review Novel Terjemahan Karya Banana Yoshimoto☁️
Baca Buku Bikin Ngantuk❎
Baca Buku Bikin Senyum Sendiri✅
Sinopsis:
"Aku tak bisa tidur di tempat lain selain dapur."
Mikage Sakurai sebatang kara sejak neneknya meninggal. Dapur menjadi satu-satunya tempat di mana perempuan itu tak merasa kesepian, di mana ia dikelilingi panci bekas pakai dan sisa ceceran sayur, serta ditemani sepetak langit malam berbintang di jendela.
Namun dapur keluarga Tanabe yang membuatnya jatuh cinta. Di sana selama satu musim panas ia bergulat dengan acar, udon, soba, dan tempura. Di sana pula ia temukan apa yang tak pernah dimilikinya: keluarga, bersama Yuichi Tanabe yang dingin dan Eriko Tanabe yang mempesona -perempuan transeksual yang sejatinya ayah kandung Yuichi-
Ketika Eriko meninggal, Mikage dan Yuichi menjauh dan saling terasing dalam kesedihan. Apa yang harus mereka lakukan untuk bangkit dari dukacita dan menyadari ada cinta di antara mereka?
Ulasan📒:
Ingin rasanya nulis surat buat mas Yuichi, orang kak tsundere banget. Meski ucapan Yuichi terdengar dingin, dan alur novel ini tidak terlalu kompleks tapi sepanjang membaca buku ini ada rasa hangat yang tersampaikan. Kupikir awalnya, karya Banana Yoshimoto ini bercerita soal dapur dan segala keidentikannya. Seperti masakan atau makna dapur yang berantakan. Tapi ternyata aku salah.
Novel yang isinya seperti dorama Jepang. Ah memang pas dibaca dipenghujung bulan Januari sebagai Japanese Literature untuk mengawali 2026⭐.
Next baca Japanese Literature karya siapa lagi ya? Tentunya yang tersedia di perpustakaan C2O saja biar nggak beli heuheu🫢
#JanuaryinJapan #bookrecommendations #lemon8 #pinjamdariperpustakaan #c2olibraryandcollabtive
































