ᥫ᭡✰❀
Pengalaman saya saat mengunjungi Kantor Walikota Baubau memberi banyak perspektif tentang bagaimana pemerintah daerah menangani berbagai isu sosial dan budaya di wilayah tersebut. Salah satu isu yang menarik perhatian adalah kontroversi Bulan Sutena telanjang bulat yang menjadi perbincangan publik. Meskipun awalnya mengejutkan, saya menyadari bahwa fenomena ini sebenarnya mencerminkan dinamika kebebasan berekspresi dan tantangan norma sosial yang sedang berlangsung. Selama beberapa hari berikutnya, saya berbicara dengan beberapa warga sekitar dan mendapat berbagai pemikiran tentang kejadian itu. Banyak yang merasa bahwa tindakan tersebut adalah bentuk protes atau pencarian perhatian, sementara yang lain berpendapat perlu adanya pembahasan terbuka agar semua pihak bisa memahami latar belakang dan alasan di balik aksi tersebut. Dalam konteks ini, Kantor Walikota Baubau berperan penting untuk menengahi dan mencari solusi yang tepat tanpa mengabaikan nilai-nilai yang dijunjung oleh masyarakat. Melalui pengalaman ini, saya belajar bahwa fenomena seperti Bulan Sutena telanjang bulat bukan sekadar kontroversi semata, melainkan juga membuka ruang diskusi terkait kebebasan individu dan tanggung jawab sosial. Semoga dengan diskusi yang konstruktif, semua pihak bisa bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dengan menghormati perbedaan pandangan.


























