Tiba-tiba
Hi Lemoners...
Semua orang pasti punya orangtua, tapi mungkin tidak semua bisa menghabiskan waktu untuk merawat mereka ketika masuk usia Lansia dan butuh perhatian sangat khusus dan Ektra
mengakhiri masa Covid th 2021 kebetulan aku menganggur dan berjuang untuk bekerja lagi lalu ada yg menawariku mengasuh lansia utk pertama kali, Oke aku kerjakan saja tanpa berpikir panjang tapi tidak lama kemudian tepat 1 bulan Oma dipanggil Tuhan di usia ke 95 th,
kedua di th 2024 kembali aku dapat penggilan kerja untuk merawat Lansia usia 76th yg lumpuh akibat pengapuran hampir 2 th aku mengabdi dan akhirnya aku resign krn ada panggilan untuk mengasuh Oma yg ke 3 ini dan di Luar Kota, 1 bln lebih aku bergumul berpikir untuk keputusan ini yg sangat berat karena aku harus tinggalin anakku yg sedang beranjak dewasa saat ini usia 16 th kls 2 SMA, setelah berdiskusi dengan anakku, dia akhirnya setuju, walaupun aku harus berdebat pula dengan suamiku utk keputusan ini tapi akhirnya keputusan tetap aku jalani semua demi perbaikan ekonomi dll
setelah 1 bulan lebih aku jalani akhirnya aku tetap enjoy dan bersyukur bisa mengabdikan tenagaku utk tabungan ku di surga kelak
kujalani dg Tulus, aku percaya Tuhan bisa menjaga anak dan suamiku ketika mereka jauh dariku, di luar dugaan ku ternyata anakku bia lebih dewasa dari usianya, bisa lebih mandiri walau tanpa Ibunya... 🥰🥰
berat memang saat Rindu anakku
anak Lelaki ku satu-satunya
adakah yang sama? sharing yuk
Merawat orang tua yang sudah lanjut usia memang bukan hal mudah, terutama ketika mereka membutuhkan perawatan ekstra akibat kondisi kesehatan yang menurun. Dari pengalaman saya, salah satu tantangan terbesar adalah membagi waktu dan energi antara merawat orang tua dan mengurus keluarga sendiri. Saya sendiri pernah mengasuh lansia yang sudah lumpuh selama hampir dua tahun, dan itu mengajarkan saya banyak hal tentang kesabaran dan ketulusan hati. Selain fisik yang harus kuat, mental juga sangat diuji. Rindu dengan anak yang ditinggalkan misalnya, menjadi beban tersendiri. Namun, saya percaya bahwa niat baik dan ketulusan dalam merawat orang tua menjadi tabungan kebaikan di kemudian hari. Saya juga belajar bahwa penting untuk berdiskusi dan mendapat dukungan dari keluarga, agar keputusan yang diambil bisa dijalankan dengan tenang dan ikhlas. Bagi teman-teman yang juga merasakan beratnya merawat orang tua, saya sarankan untuk selalu mencari waktu untuk diri sendiri agar bisa tetap kuat secara mental. Berbagi cerita dan pengalaman dengan orang lain yang sejalan juga sangat membantu untuk saling memberi semangat dan solusi. Ingatlah, walau berat, peran kita sangat berarti untuk orang tua yang telah merawat kita selama ini.











