Menurut KBBI, relawan adalah bentuk tidak baku (tidak formal) dari sukarelawan, yaitu orang yang melakukan suatu kegiatan dengan suka rela, tanpa paksaan atau kewajiban, sering kali untuk tujuan sosial atau kemanusiaan tanpa upah. Kata ini berasal dari "suka" dan "rela", menunjukkan keikhlasan, dan sering disebut padanannya dalam bahasa Inggris sebagai volunteer.
Detail Arti Relawan (Sukarelawan):
Makna Inti: Orang yang melakukan tugas atau kegiatan karena keinginan sendiri, dengan hati yang ikhlas, bukan karena diperintah atau dibayar.
Asal Kata: Gabungan kata "suka" (kemauan) dan "rela" (rela hati) dengan akhiran "-wan" (pelaku).
Konteks Penggunaan: Umumnya terkait kegiatan tolong-menolong, kemanusiaan, bencana, atau sosial, baik di lapangan maupun daring (online).
Contoh:
- Relawan bencana alam yang membantu korban tanpa bayaran.
- Seseorang yang mengajar anak-anak di daerah terpencil secara sukarela.
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali lihat meme ompreng MBG yang lagi dicuci sambil debat soal istilah "relawan", aku jadi kepo banget sama arti relawan menurut KBBI. Ternyata, kalau kita baca langsung di KBBI, relawan itu bentuk tidak baku dari sukarelawan, dan intinya adalah: orang yang bekerja secara sukarela, tanpa paksaan dan tanpa mengharapkan upah.
Biar lebih kebayang, aku pribadi membedakan relawan dan pekerja biasa dari niat dan bentuk kompensasinya. Relawan biasanya datang dengan kesadaran sendiri, daftar sendiri, dan siap bekerja walau tidak ada gaji tetap. Kadang ada uang transport, makan, atau konsumsi, tapi itu lebih ke bentuk apresiasi, bukan gaji. Ini yang sering bikin bingung: "kalau dikasih uang transport, masih relawan nggak?" Menurutku masih, selama uang itu bukan bentuk upah atas jam kerja yang terikat kontrak.
Di sisi lain, kalau sudah ada perjanjian kerja tertulis, jam kerja jelas, tugas harian detail, dan ada gaji bulanan, biasanya itu lebih cocok disebut pekerja atau karyawan, bukan relawan. Di sinilah perdebatan soal kenapa pekerja MBG disebut relawan muncul. Banyak yang merasa, kalau mereka ikut shift rutin, cuci ompreng tiap hari, dan dapat bayaran tertentu, kok rasanya lebih mirip kerja formal daripada sekadar sukarelawan.
Kalau kamu lagi mau ikut kegiatan sosial dan butuh bikin surat pernyataan relawan, pola kalimatnya biasanya simpel saja. Misalnya:
"Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bersedia menjadi relawan pada kegiatan X. Saya siap bekerja secara sukarela, tanpa paksaan, dan mematuhi aturan yang berlaku selama kegiatan berlangsung."
Surat seperti ini biasanya dipakai di komunitas, lembaga kemanusiaan, atau panitia acara besar. Intinya menegaskan bahwa kamu hadir sebagai sukarelawan, bukan sebagai karyawan yang terikat kontrak kerja.
Sekalian sedikit nyenggol soal bahasa: di KBBI, penulisan yang baku adalah "sukarela" (bukan "suka rela" dipisah), dan dari kata itu muncul "sukarelawan". Bentuk "relawan" sendiri sudah umum dipakai dalam percakapan sehari-hari dan di media, jadi wajar kalau orang lebih familiar dengan istilah ini.
Menurut pengalaman aku ikut beberapa kegiatan sosial, yang paling kerasa dari jadi relawan itu bukan soal dapat uang atau tidak, tapi rasa kebersamaan dan lega setelah bisa bantu orang lain. Mau itu bagi makan gratis, cuci ompreng, sampai jaga posko bencana, yang penting komunikasi dari awal jelas: apakah peranmu murni relawan, semi-relawan dengan uang saku, atau memang pekerja bergaji. Kalau status ini transparan, istilah "relawan" tidak akan menimbulkan miskomunikasi atau kesan menutupi fakta bahwa sebenarnya itu kerja berbayar.