Setelah ada sindiran dari komika PANJI dan para penonton2 yang ada di acara itu yg menyambut materi receh dengan tawaan mereka ..
Coba panji & penonton yg ketawa di lokasi tersebut gmn setelah melihat survey prestasi KDM ini ? . INGET 25,59% itu besar yaa jangan sampai nanti ada yg komen :
1. Ko berprestasi tapi cuma dapet 25,59% sih ? .
2. Brarti masih ada gubenur yg 75% dong ? .
Ada yg komen begitu mimin bvlly sampe nangis lu ye 🤣
Di indonesia ada 37 Gubernur kalian hitung aja sendiri mimin males ngitung mimin mau nyari tutut dulu di garut 🤣
#kdm #kangdedimulyadi #gubernur #gubernurjawabarat #jawabarat
Kalau lihat poster dan hasil survei yang nyebut Kang Dedi Mulyadi (KDM) jadi calon Gubernur Jawa Barat 2025–2030 dengan angka 25,59%, banyak yang mungkin langsung ngeledek, “Lah kok segitu doang?” Padahal, buat aku yang ngikutin dinamika politik lokal, angka segitu di survei persepsi kelompok muda itu udah lumayan nunjukkin tren yang menarik. Pertama, konteksnya dulu. Survei biasanya ngukur preferensi dari banyak nama sekaligus. Jadi kalau satu tokoh bisa tembus 25,59%, artinya dia unggul dibanding nama lain yang tersebar di sisa persen itu. Bukan berarti ada gubernur lain yang otomatis 75%, tapi lebih ke persebaran pilihan responden ke beberapa kandidat. Ini sering banget disalahpahami, makanya muncul komentar-komentar receh di medsos. Dari sisi anak muda, kenapa nama Dedi Mulyadi bisa muncul? Aku pribadi sering lihat konten-konten beliau di medsos: gaya blusukan, ngobrol sama pedagang kecil, sampai konten yang kelihatan cukup "muda" dan relate sama keseharian warga Jawa Barat. Buat sebagian orang, pendekatan yang apa adanya dan kadang nyeleneh ini justru bikin mereka ngerasa dekat. Jadi kalau ada keyword "dedi mulyadi muda", menurutku bukan cuma soal umur, tapi juga soal citra dan kedekatan dengan generasi muda. Soal gambar atau PNG Kang Dedi Mulyadi yang sering beredar, biasanya dipakai buat meme, poster dukungan, atau sekadar bahan diskusi di grup. Aku sendiri beberapa kali simpan file PNG beliau buat bahan desain poster internal komunitas, entah buat edukasi politik atau sekadar seru-seruan. Visual yang jelas, pakai pakaian khas Sunda, plus tulisan “Gubernur Jawa Barat 2025–2030” itu bikin orang langsung ngeh ke branding politiknya. Yang menarik, di poster yang aku lihat, ada ucapan selamat dan sukses buat H. Dedi Mulyadi, S.H. sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2025–2030, lengkap dengan info bahwa dia dinobatkan sebagai gubernur berkinerja terbaik dengan survei persepsi kelompok muda 25,59% dan didukung Fraksi Gerindra serta Drs. H. Daddy Rohanady. Buat aku pribadi, info kayak gini nunjukkin kalau gerakan dukungan itu udah mulai rapi, bukan sekadar isu liar di timeline. Kalimat "Biarkan anjing menggonggong" yang muncul di desain juga nunjukkin sikap cuek terhadap nyinyiran. Di dunia politik, terutama di era media sosial, sindiran dari komika, konten kreator, sampai netizen itu bakal selalu ada. Tapi pada akhirnya, yang penting itu konsistensi kerja di lapangan dan bagaimana publik, terutama pemilih pemula dan generasi muda, menilai rekam jejaknya. Jadi kalau sekarang kamu lagi nyari info soal "dedi mulyadi gubernur jawa barat 2025" atau pengin lihat lebih banyak materi visual seperti PNG Kang Dedi, menurutku penting juga sambil cek rekam jejak, program yang ditawarkan, dan bukan cuma terpaku di angka survei yang kelihatannya kecil. Pengalaman aku sebagai penonton dan pengamat kasual, dinamika opini publik itu cepat banget berubah, apalagi kalau didorong sama konten kreatif yang dekat dengan keseharian anak muda.


