Tren batu permata pada tahun 2026 diprediksi akan kembali meningkat, namun dengan pergeseran gaya yang lebih modern dibandingkan tren "demam batu akik" masa lalu.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai prospek pasar batu permata di tahun 2026:
Peningkatan Minat pada Perhiasan Modern: Tren 2026 menunjukkan peningkatan penggunaan batu permata warna sebagai kombinasi dalam gelang dan cincin emas bergaya minimalis.
Jenis Batu yang Populer: Batu permata seperti Morganite, Emerald (Zamrud), dan batu berwarna cerah lainnya diproyeksikan menjadi primadona dalam desain perhiasan tahun 2026. Di pasar internasional, Safir Montana dan Peridot juga semakin diminati.
Regenerasi Kolektor (Gen Z): Mulai terlihat adanya minat dari generasi muda (Gen Z) terhadap batu mulia asli Indonesia seperti Batu Bacan, asalkan hadir dengan desain yang lebih simpel dan tidak terkesan kuno.
Ajang Internasional: Kehadiran acara besar seperti Jakarta International Jewellery Fair 2026 menjadi indikator bahwa industri perhiasan batu mulia tetap aktif dan terus berkembang.
Pertumbuhan Pasar: Secara global, pasar batu permata diperkirakan akan tumbuh stabil dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) yang konsisten hingga tahun 2026.
Secara keseluruhan, meskipun tidak se-ekstrem fenomena beberapa tahun silam, tahun 2026 dipandang sebagai periode di mana batu permata tetap relevan namun lebih berfokus pada nilai estetika fashion dan investasi jangka panjang.
... Baca selengkapnyaKalau bicara tren batu permata 2026, banyak orang mulai penasaran lagi sama batu-batu yang dulu sempat hype tapi sekarang dibawa dengan style yang lebih modern. Misalnya batu cempaka madu, nama-nama batu kristal yang cantik buat koleksi, sampai batu akik yang dulu dikenal "paling sakti".
Batu cempaka madu biasanya punya warna kuning keemasan sampai cokelat madu, dan sekarang banyak dipakai sebagai center stone di cincin atau pendant minimalis. Dari pengalaman pribadi, batu ini kelihatan manis banget kalau dipadukan dengan emas rose gold, jadi kesannya elegan tapi tetap earthy. Buat yang suka tampilan natural, cempaka madu bisa jadi alternatif selain citrine atau amber.
Lalu soal nama-nama batu kristal, makin banyak orang yang pengin tahu jenis-jenisnya, bukan cuma sekadar ikut tren. Selain zamrud, merah delima, dan kecubung yang sering muncul di etalase, ada juga kristal populer seperti amethyst, rose quartz, citrine, peridot, aquamarine, sampai morganite. Masing-masing punya karakter warna dan nuansa mood yang beda, jadi seru kalau kamu pilih berdasarkan kepribadian atau style harian.
Kecubung (amethyst) sendiri lagi naik lagi pamornya karena warnanya yang ungu elegan dan cocok untuk cincin statement maupun gelang tipis. Banyak desainer sekarang pakai potongan sederhana, tanpa ukiran ramai seperti era demam batu akik dulu, jadi lebih terasa modern dan clean. Dari pengalaman lihat display di beberapa toko, kecubung dengan potongan oval dan setting minimalis kelihatan jauh lebih mahal dan rapi.
Soal "batu akik paling sakti", sekarang orang cenderung melihat sisi estetik dan kualitas batu daripada klaim kesaktian. Tapi tetap, cerita-cerita mistis seputar batu akik bikin koleksi terasa punya nilai emosional tersendiri. Kalau kamu tertarik, tetap penting untuk fokus ke keaslian batu, kejernihan, dan cutting, karena itu yang bikin perhiasan awet dipakai dan berpotensi jadi investasi.
Buat yang baru mau mulai koleksi di 2026, tips praktisnya: mulai dari satu dua jenis batu yang memang kamu suka warnanya, misalnya cempaka madu untuk nuansa hangat, kecubung untuk kesan misterius, atau zamrud kalau ingin tampilan mewah. Sesuaikan dengan gaya perhiasan modern—cincin tipis, desain simpel, dan ukuran batu yang tidak terlalu besar—supaya tetap relevan dipakai sehari-hari dan nggak terkesan kuno. Dengan cara ini, kamu bisa menikmati sisi fashion batu permata sekaligus pelan-pelan membangun koleksi yang punya nilai jangka panjang.