Dharma Pongrekun memprediksikan akan ada panik publik selama 7 hari, persiapkan dan kasih tau sanak saudaranya begitu tuturnya
Ini bukan peramal yaa beliau adalah
Komjen. Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Drs. Dharma Pongrekun, M.M., M.H..
Sepertinya beliau melihat dari sisi elite global silahkan di simak videonya ..
#dharmaponrekun #elitglobal #indonesia #panikpublik #prediksi
Waktu pertama kali dengar Dharma Pongrekun ngomong soal kemungkinan blackout atau keadaan darurat mendadak selama tujuh hari, jujur aku antara skeptis dan kepikiran juga. Bukan soal ramalannya, tapi pesan intinya: jangan tunggu panik publik baru gerak. Lebih baik kita punya persiapan dasar daripada nggak sama sekali. Kalau beneran ada pemadaman listrik panjang, dampaknya bukan cuma lampu mati. Dari yang beliau sebut, listrik mati berarti AC mati, kulkas mati, dan otomatis bahan makanan di kulkas bisa cepat busuk. ATM nggak bisa jalan, mesin EDC toko bisa terganggu, dan akses ke uang tunai jadi susah. Air bersih juga bisa berhenti karena banyak rumah sekarang mengandalkan jet pump atau PDAM yang juga butuh listrik. Dari situ aku mulai bikin daftar kecil hal yang bisa disiapkan pelan-pelan: 1. **Stok makanan tahan lama** Aku mulai nambah stok beras, mie instan, sarden, kornet, kacang-kacangan, biskuit, dan makanan yang nggak perlu kulkas. Bukan menimbun berlebihan, tapi sekadar cukup untuk 5–7 hari kalau sewaktu-waktu susah belanja. 2. **Air bersih cadangan** Ini penting banget. Aku simpan galon ekstra dan beberapa jerigen air. Kalau pakai jet pump, coba bayangin kalau pompanya nggak bisa nyala beberapa hari. Minimal punya persediaan buat minum, masak, dan sedikit untuk mandi. 3. **Penerangan darurat** Aku siapin senter, lilin, korek api, dan lampu emergency yang bisa di-charge. Malam tanpa lampu itu bukan cuma nggak nyaman, tapi juga bisa bikin suasana rumah terasa mencekam kalau semua orang lagi panik. 4. **Akses ke uang tunai** Karena ada kemungkinan ATM nggak berfungsi, aku mulai biasain simpan sedikit uang tunai di rumah. Nggak perlu banyak banget, tapi cukup buat kebutuhan darurat kalau sistem perbankan terganggu dalam waktu singkat. 5. **Perlengkapan komunikasi & baterai** Power bank yang full, baterai cadangan, dan kalau bisa radio kecil yang pakai baterai. Kalau listrik mati lama, HP jadi satu-satunya alat komunikasi, jadi penting banget dijaga dayanya. 6. **Koordinasi dengan keluarga** Bagian yang sering dilupain: kasih tahu adik-adik, orang tua, dan anggota keluarga lain. Aku sampai duduk ngobrol bareng di rumah, jelasin pelan-pelan bahwa ini bukan mau nakut-nakutin, tapi sekadar antisipasi. Kita bahas kalau listrik mati lama, kita ngumpul di mana, pakai alat apa buat penerangan, dan siapa yang tanggung jawab cek stok air dan makanan. Yang aku ambil dari pesan beliau juga adalah jangan terlalu bergantung sama "senyum manis" di TV atau janji-janji yang bikin kita lengah. Intinya, jangan gampang percaya siapa pun soal keadaan aman-aman saja kalau tanda-tandanya sudah kelihatan. Bukan berarti harus paranoid dan nggak percaya siapa pun, tapi lebih ke sadar bahwa di saat krisis, yang paling bisa kita andalkan ya diri sendiri, keluarga, dan Tuhan yang kita percayai. Aku pribadi nggak tahu apakah skenario blackout tujuh hari itu benar-benar akan terjadi atau cuma kemungkinan. Tapi anggap saja ini latihan mental dan fisik untuk lebih siap menghadapi keadaan darurat apa pun, entah itu pemadaman listrik besar, bencana alam, atau gangguan sistem lainnya. Yang penting menurutku: jangan fokus nanya "kapan" seperti kata beliau, karena krisis biasanya datangnya mendadak. Lebih baik pelan-pelan mulai pikirkan dari sekarang, bikin persiapan sederhana, dan tetap tenang. Kalau pun nanti nggak terjadi apa-apa, persiapan ini tetap kepakai untuk situasi darurat lain di masa depan.












































