... Baca selengkapnyaKalau diingat-ingat lagi, fase jadi joki skripsi itu rasanya absurd banget. Bayangin, tiap malam duduk di depan laptop, sedang mengetik sambil mata udah sepet, meja penuh kertas, buku teori menumpuk, sticky notes di mana-mana. Kadang sambil ketik bab 3 orang lain, bab 4 skripsi sendiri malah mangkrak.
Aku bahkan sempat jadi bahan bercandaan teman: setiap ada yang lihat aku lagi ngetik di kampus, mereka bilang, "Wih, joki skripsi lagi lembur ya?" Sampai muncul momen yang kayak meme sedang mengetik: hoodie dipakai, kopi sachet berjejer, playlist lo-fi muter, tapi isi kepala penuh deadline. Kalau di-screenshot mungkin bisa jadi bahan meme anak kampus banget.
Sebagai joki skripsi, bukan cuma ngetik doang. Aku bantu mereka nyusun judul, nyari referensi di Google Scholar, beresin daftar pustaka, bahkan kadang ikut mikirin rumusan masalah. Ada yang cuma minta dibantu revisi bab 4, ada juga yang literally dari nol sampai beres sidang. Tarifnya beda-beda, tergantung seberapa ribet dan seberapa mepet deadline mereka.
Tapi di balik itu semua, tekanan batinnya juga ada. Takut ketahuan dosen, takut hasilnya nggak sesuai ekspektasi, belum lagi pusing kalau yang dibantu suka hilang komunikasi. Pernah sekali, ada yang baru ngabarin H-3 sebelum pengumpulan, minta data diolah plus dibikinin pembahasannya. Aku sampai lembur tiga hari, tidur cuma 3–4 jam, dan tetap harus mikirin skripsi sendiri.
Momen paling nggak terlupakan itu pas akhirnya uang dari joki skripsi kekumpul cukup buat beli motor Beat hitam secara tunai. Waktu itu aku ke dealer sendirian, masih pakai jaket kampus, dan rasanya kayak nggak percaya: "Serius ini motor hasil ngetik skripsi orang?" Pulang bawa motor baru, lewat depan gerbang kampus, UIN Raden Intan Lampung, aku sempat berhenti sebentar cuma buat senyum-senyum sendiri.
Walaupun sekarang aku nggak bakal nyaranin orang buat pakai jasa joki skripsi, pengalaman itu tetap jadi bagian dari perjalanan hidupku. Dari situ aku belajar kalau skill yang kelihatannya sepele, kayak ngetik cepat, ngerti metodologi penelitian, dan sabar baca jurnal, ternyata bisa jadi sumber penghasilan.
Kalau kamu sekarang lagi di fase sedang mengetik skripsi sampai pengin dijadiin meme, tenang aja, kamu nggak sendirian. Bedanya, kalau bisa, perjuangin skripsi kamu sendiri. Capeknya mungkin sama, tapi rasa lega dan bangganya akan jauh lebih besar ketika akhirnya bisa lulus dengan hasil kerja keras kamu sendiri.
Alhamdulillah 🤩 pengalaman tak terlupakan ya kak 👍