awal iseng" daftar pekerjaan di pabrik baru dengan posisi sebagai Quality Control Product,jadi tugasnya itu mengecek produk jangan sampai ada yang cacat,tapi gajinya bener"kecil dibandingkan dengan pabrik yang sebelumnya aku tempati,dan itu gajinya itu gak sampai UMR.
... Baca selengkapnyaJujur, sejak balik lagi ke dunia budak korporat sebagai Quality Control Product, hal pertama yang bikin mikir keras itu soal gaji. Banyak yang nanya, sebenarnya berapa sih gaji budak korporat, khususnya yang kerja di posisi QC pabrik? Jawabannya: beda-beda banget, tapi di cerita aku ini gajinya bahkan belum nyentuh UMR.
Kalau dibandingin sama pabrik sebelumnya, benefit-nya kerasa banget bedanya. Dulu selain gaji yang lebih tinggi, ada uang lembur, tunjangan makan, kadang ada bonus kalau target tercapai. Sekarang di pabrik baru, gaji pokok kecil, tunjangan minim, dan kalau dihitung-hitung, totalnya masih di bawah UMR kota tempat aku kerja. Jadi ngerasa kayak, "Ini worth it nggak sih buat capek-capek tiap hari?"
Untuk yang penasaran sama range gaji budak korporat, khususnya QC di pabrik, based on pengalaman aku dan cerita teman-teman, biasanya ada di kisaran gaji minimal sampai sedikit di atas UMR, tergantung daerah dan besar perusahaannya. Pabrik besar biasanya bisa kasih gaji mendekati atau di atas UMR plus fasilitas, sedangkan pabrik kecil sering kali ngasih gaji di bawah UMR dengan alasan masa percobaan atau perusahaan masih berkembang.
Tugas QC itu bukan cuma sekadar lihat produk cacat atau nggak. Kadang harus berdiri lama di line produksi, fokus terus biar nggak ada yang lolos, berhadapan sama target produksi, bahkan siap dimarahin kalau ada produk cacat yang ke-slip. Jadi ketika kerjaan lumayan berat tapi gajinya kecil, wajar kalau muncul dilema: bertahan demi dapat pengalaman dan CV makin kuat, atau pelan-pelan cari peluang lain yang gajinya lebih manusiawi.
Aku pribadi sekarang lagi di fase evaluasi. Aku coba hitung pengeluaran bulanan, bandingin dengan gaji yang aku terima. Kalau tiap bulan selalu tekor, berarti ada sesuatu yang harus diubah, entah cari sampingan, upgrade skill biar bisa apply kerjaan lain, atau mulai kirim lamaran ke pabrik yang gajinya sesuai UMR. Sambil jalan, aku juga tanya-tanya teman yang sama-sama budak korporat tentang berapa gaji mereka, biar ada gambaran standar di industri.
Kalau kamu lagi di posisi sama, merasa gaji budak korporat kamu terlalu kecil, menurut aku penting banget buat cari tahu dulu standar gaji di wilayah kamu, ngobrol sama HR atau atasan soal kemungkinan kenaikan gaji setelah masa percobaan, dan jangan ragu buat nyari info kerjaan lain. Pada akhirnya, badan dan mental kamu yang jalanin, jadi wajar banget kalau kamu pengen kerja dengan gaji yang layak dan nggak di bawah UMR terus.
Intinya, kerja jadi budak korporat itu nggak salah, tapi kita juga berhak tahu dan nego soal gaji. Dari pengalaman aku di QC pabrik baru ini, sekarang jadi lebih sadar kalau gaji kecil itu bukan cuma soal angka, tapi soal kualitas hidup sehari-hari. Jadi sambil tetap kerja, aku pelan-pelan nyiapin rencana supaya nggak selamanya terjebak di gaji kecil.