PILIH JODOH DENGAN SKINCARE??
#CeritaDiBalikUsia #SharingIsCaring #lemon8irt #RamadhanQnA
#MasalahSaatIni BANYAK BANGET PEREMPUAN YANG INDEPENDENT , SEMAKIN MANDIRI WANITA BIASANYA AKAN SEMAKIN GA BUTUH LAKI² KECUALI YANG SETARA ATAU LEBIH BIAR BISA MENCUKUPI KEBUTUHAN NYA. TAPI ITU SAH² AJA GUYS .
MENURUT TEMEN" LIST SKINCARE AKU KEMAHALAN ATAU TERLALU PELIT?? JUJUR AJA AKU LEBIH KE MENYESUAIKAN BUDGET, MASIH BERSYUKUR KARNA SUAMI GA KEBERATAN DENGAN KEBUTUHAN PRIBADI AKU 🥰
MENURUT TEMEN" JUGA GIMANA SIH KALIAN NYARI JODOH? APA ADA YANG SAMA LEWAT SKINCARE JUGA??? SHARING YU ☺️
Kalau ngomongin ngetreat diri, jujur aku dulu sempat ngerasa bersalah tiap kali belanja skincare atau parfum. Takut dibilang boros, takut dibilang nggak mikirin masa depan. Padahal, buat aku, ngerawat diri itu bentuk self love yang bikin kita lebih percaya diri dan lebih bahagia. Aku sempat lihat daftar biaya perawatan diri yang totalnya jutaan rupiah: facial di klinik, bleaching, skincare full set, makeup, parfum mahal. Di satu sisi, aku paham, tiap orang punya standar dan preferensi sendiri buat ngetreat dirinya. Tapi di sisi lain, aku mulai mikir, "Kalau sampai berharap jodoh harus sanggup biayain semua itu, sehat nggak sih cara mikirnya?" Di titik itu, aku belajar bedain antara kebutuhan dan keinginan. Akhirnya, aku coba ngetreat diri versi hemat. Banyak hal aku DIY: pijat wajah sendiri di rumah, senam YouTube, beli produk di pasar atau toko yang lebih terjangkau, dan pilih merk skincare yang masih masuk akal buat dompet. Ternyata tetap bisa ngerasa cantik dan nyaman tanpa harus ngeluarin jutaan setiap bulan. Total pengeluaran perawatan diri versi aku sekitar Rp 567.600, dan itu sudah cukup buat bikin aku ngerasa terawat. Dari pengalaman itu, cara pandang aku soal jodoh juga berubah. Buat aku, wajar kalau kita pengen punya suami yang mampu secara finansial, apalagi kalau kita punya kebutuhan rutin kayak skincare, perawatan wajah, atau parfum. Tapi sekarang aku lebih fokus ke akhlak, ilmu, dan skill. Soalnya, kalau suami punya akhlak baik, dia biasanya akan respect kebutuhan istrinya, termasuk kebutuhan ngetreat diri, selama masih masuk akal. Kalau punya ilmu dan skill, peluang rezeki juga lebih kebuka. Aku sendiri ngerasa beruntung karena suami nggak keberatan sama kebutuhan pribadi aku. Kuncinya banyak ngobrol dari awal, transparan soal pengeluaran, dan sama-sama ngerti mana yang prioritas. Jadi, ngetreat diri tetap jalan, tapi nggak bikin keuangan rumah tangga berantakan. Kalau kamu lagi dalam fase cari jodoh, menurut aku sah-sah aja punya kriteria, termasuk soal kemampuan finansial. Tapi jangan sampai biaya skincare doang yang jadi patokan utama. Lebih enak kalau kamu juga bisa mandiri, punya penghasilan sendiri, jadi keputusan ngetreat diri nggak sepenuhnya bergantung sama pasangan. Intinya, ngetreat diri itu penting, tapi cara kita memandang diri sendiri dan jodoh juga harus realistis. Cantik itu bonus, tapi hidup bareng orang yang punya akhlak bagus, mau belajar, dan saling support, menurut aku jauh lebih berharga buat jangka panjang.





menutku jg ini fine2 aja, mengingat banyak temen yg ngeluh setelah nikah gak bisa beli skincare, jajan, nongkrong dan jalan2🥺🥺🥺🥺