Waktu awal aku di tawari naik jabatan, satu tingkat di atas ku, dan Alhamdulillah setelah assessment aku lolos , setelah 3 tahn lamanya kerja di jabatan yang baru ,tiba tiba aku di beri email , dan di suruh menghadap manager.
Aku di tawari lagi untuk naik jabatan satu tingkat lagi di atas ku, tapi aku bingung 🥺
KENAPA?
Karna jabatan yang ini juga aku merasa kewalahan, apalagi mengatur sifat bawahan ku yang beda beda, aku paling kewalahan kalo punya bawahan laki laki trus umur nya di atas ku. Ga pernah denger apa yang aku instruksi kan 😭
Aku orang nya ga bisa marah, bisa nya nangis aja..
Trus aku bilang ke manager ku alasan itu, tapi beliau malah bilang NAIK JABATAN ATAU KELUAR!!
Beliau bilang lagi kalo ini keputusan yang ga bisa ditawar , ga ada pilihan lain.
... Baca selengkapnyaSebagai IRT yang juga kerja kantoran, jujur pilihan "NAIK JABATAN ATAU KELUAR" itu kerasa banget nggak fair. Waktu aku mutusin buat resign, hal pertama yang bikin aku bingung adalah: resign itu sebenarnya apa sih? Apakah aku salah kalau milih mundur demi kewarasan dan keluarga?
Buat aku, resign itu bentuk tanggung jawab ke diri sendiri. Kondisi kerja udah bikin capek mental, bawahan susah diatur, atasan nggak mau kompromi. Kalau dipaksa naik jabatan tapi hati nggak siap, takutnya malah kerjaanku berantakan dan kesehatan mental makin rusak. Di titik itu, resign bukan sekadar menyerah, tapi langkah sadar buat bilang, "Aku butuh lingkungan yang lebih sehat."
Setelah keputusan diambil, aku mulai urus surat keterangan resign. Surat keterangan resign ini penting banget sebagai bukti kalau kita pernah bekerja dan keluar secara resmi, bukan sekadar nggak masuk kerja. Biasanya perusahaan ngasih surat keterangan bekerja atau surat pengalaman kerja yang isinya:
- Nama lengkap kita
- Jabatan terakhir
- Lama bekerja
- Tanggal mulai dan tanggal resign
- Keterangan kalau kita mengundurkan diri
Di kasusku, aku pastikan semua administrasi beres. Aku simpan baik-baik surat keterangan bekerja dan surat keterangan resign karena itu nanti kepake kalau mau melamar kerja lagi. Banyak HR yang lihat dulu riwayat kerja kita lewat surat keterangan kerja kayak gitu.
Kalau kamu IRT yang lagi galau di posisi mirip, punya jabatan tapi rasa udah nggak sanggup, nggak apa-apa kok mempertimbangkan resign. Yang penting:
1. Komunikasikan baik-baik ke atasan soal alasanmu, bukan kabur begitu saja.
2. Urus surat keterangan resign dan surat keterangan irt/kerja kalau memang perusahaan punya format khusus.
3. Pertimbangkan finansial dan rencana setelah keluar, apakah mau jadi full IRT, cari kerja baru, atau bangun usaha kecil-kecilan.
Pengalaman resign ini bikin aku belajar kalau karier itu nggak cuma soal naik jabatan. Ada momen di mana kewarasan, keluarga, dan kesehatan mental jauh lebih penting. Jadi kalau kamu lagi pegang surat keterangan bekerja sambil nangis kayak aku di foto, ingat: keputusanmu valid. Yang penting kamu paham konsekuensinya dan tetap jaga diri sendiri.
Kalau suatu hari mau kerja lagi, justru surat keterangan resign yang rapi dan resmi bakal jadi poin plus. HR akan lihat kamu keluar dengan cara baik-baik, bukan bermasalah. Jadi jangan lupa minta surat keterangan kerja atau surat pengalaman kerja sebelum benar-benar pamit dari kantor.
balik lg kalo kerja memang soal kenyamanan sih kak, dan kakak hebat sudah memilih pilihan yg tepat karena aku sampe skrg masih bertahan di lingkungan kerja yg mnrtku ga enak alaias toxic hehe
balik lg kalo kerja memang soal kenyamanan sih kak, dan kakak hebat sudah memilih pilihan yg tepat karena aku sampe skrg masih bertahan di lingkungan kerja yg mnrtku ga enak alaias toxic hehe