#Seandainya ayah dan anak ini ikutin aturan yang ada , dan tidak pernah membenarkan dan membela suatu hal yang salah.. mungkin hal ini tidak akan terjadi.
#MaluGak sih, setelah viral ayah dan anak ini jadi bahan hujatan netizen 🥹 malah meminta walkotnya di pecat aja sekalian..
ini bukan #EditanViral , tapi fakta yang aku baca dari berbagai platform sosmed karna lagi rame banget...
#RelationshipTalk yang baik sama anak yang pasti belom tau mana yang benar dan salah, bisa menjauhkan ortu dari hal yang tidak di inginkan kaya gini 🥺
SEMOGA AJA KASUS NYA BENER HOAX SEPERTI KATA BAA ARLAN.
TEMEN-TEMEN 🍋 PERCAYA GA KALO KEJADIAN INI HANYA HOAX?? kalo aku sihhhhh ......🤭
... Baca selengkapnyaJujur, aku awalnya cuma kepo pas lihat kata-kata "ayah satpam rahasia besar" seliweran di beranda. Kirain apaan, ternyata nyambung ke kasus ayah, anak, dan satpam di Prabumulih ini. Dari yang aku baca di beberapa platform, ceritanya tuh kayak drama: ada video kepsek dan satpam SMPN 1 Prabumulih yang nangis karena kabarnya dicopot setelah masalah parkir mobil si anak wali kota. Netizen langsung heboh, bikin spekulasi sendiri, seolah ada rahasia besar di balik hubungan ayah, anak, dan satpam.
Kalau ditarik pelan-pelan, sebenarnya kuncinya cuma satu: aturan. Di gambar yang tersebar kan ada tulisan "Seandainya ikutin aturan ga akan semalu ini". Dan aku bener-bener setuju. Kadang kita sebagai orang tua, apalagi kalau punya posisi atau sedikit kuasa, suka tanpa sadar ngerasa anak kita boleh dapat perlakuan spesial. Padahal di sekolah, semua murid harusnya sama, mau itu anak wali kota, anak satpam, atau anak IRT biasa kayak kita.
Dari klarifikasi yang beredar, wali kota Prabumulih (Bapa Arlan) bilang kalau pemecatan kepsek dan satpam itu bukan karena Kayla, dan sekarang mereka sudah balik kerja. Tapi di sisi lain, netizen keburu kadung emosi. Di sini aku belajar, rahasia besar di balik kasus ayah dan satpam itu kadang bukan konspirasi, tapi ego masing-masing: ego orang tua, ego pejabat, ego netizen yang cepat menghakimi. Kita cuma lihat potongan video orang nangis, langsung gas hujat tanpa cari konteks lengkap.
Sebagai ibu rumah tangga yang punya anak, aku kebayang kalau suatu hari anakku salah di sekolah. Pasti hati pengin banget belain. Tapi kalau kita selalu membenarkan yang salah, anak nggak bakal belajar tanggung jawab. Justru hubungan ayah dan anak bisa jadi rusak pelan-pelan karena anak tumbuh dengan mindset "aku selalu benar". Kasihan juga bapak-bapak seperti satpam yang cuma menjalankan tugas, eh malah jadi sasaran kemarahan.
Makanya, waktu baca ada ayat Q.S Al-Anfal 28 yang bilang harta dan anak itu cobaan, aku ngerasa kejedot banget. Anak itu memang rezeki, tapi juga ujian: apakah kita bisa adil, jujur, dan tunduk sama aturan, atau justru pakai posisi untuk melindungi kesalahan. Di kasus Prabumulih ini, pelajarannya buat aku pribadi: sebelum sebar, cek dulu. Sebelum bela anak mati-matian, tanya dulu, dia salah atau nggak. Dan kalau memang salah, ya ajak minta maaf, bukan malah cari kambing hitam kayak guru atau satpam.
Tentang hoax atau nggak, aku sekarang lebih milih posisi "netral tapi waspada". Banyak detail yang kita nggak tahu di belakang layar. Jadi, daripada sibuk bongkar rahasia besar versi netizen, aku pilih ambil hikmahnya buat keluarga sendiri: ajarin anak taat aturan, hargai petugas sekolah, dan jangan gampang percaya 100% sama satu potongan video yang lagi viral.
ya ampun ternyata beliau ini walikota baru?? setahun juga belum yaa, udh sombong👀