... Baca selengkapnyaWaktu orang bilang "dunia adalah tempat ujian" atau "ujian datang silih berganti", dulu aku cuma mengangguk aja. Tapi jujur, baru benar-benar kerasa maknanya ketika satu per satu kejadian berat datang tanpa kasih jeda.
Mulai dari masalah rumah tangga, orang tua yang berpisah, sampai harus bolak-balik rumah sakit dan ngurus kuburan orang yang kita sayang. Rasanya kayak Oktober jadi bulan paling kelam dalam hidupku. Di usia 27, aku sempat mikir, "Kenapa harus aku?" Apalagi ketika lihat akta cerai orang tua, dua anak kecil yang butuh kasih sayang utuh, badan capek, hati remuk. Di titik itu, kalimat bahwa dunia ini tempat ujian bukan lagi teori, tapi kenyataan yang harus kutelan setiap hari.
Tapi di tengah semua itu, aku ketemu penguat dari Al-Qur'an. Salah satunya ayat di Surah Az-Zumar ayat 53 yang artinya kira-kira: jangan berputus asa dari rahmat Allah. Ayat dunia tempat ujian kayak gini bikin aku sadar, ternyata Allah tetap sayang, bahkan ketika aku merasa hancur-hancuran. Suami sering banget bacain atau ingetin ayat ini pas aku mulai down, dan anehnya hati bisa sedikit lebih tenang.
Yang paling kerasa justru hal-hal kecil: doa yang lirih sebelum tidur, pelukan suami yang juga lagi pincang tapi tetap berdiri di sampingku, tatapan anak-anak yang butuh ibunya tetap kuat. Bahkan ketika di rumah muncul hal-hal aneh, kayak lalat mati, kelabang, suara langkah, atau gelas tiba-tiba pecah, aku menganggap itu ujian susulan buat nguji seberapa kuat keyakinan kami.
Menurutku, makna "ujian datang silih berganti" bukan berarti hidup kita akan selalu sedih. Tapi lebih ke, setiap selesai satu ujian, biasanya ada level berikutnya yang nunggu. Bedanya, kita udah naik kelas. Kalau dulu kita cuma bisa nangis, sekarang mungkin kita sudah bisa nangis sambil tetap berdoa dan berpegangan tangan dengan orang-orang yang sayang sama kita.
Kalau kamu lagi di fase berat, entah itu masalah rumah tangga, orang tua, kesehatan, atau kehilangan orang tersayang, kamu nggak sendiri. Dunia memang tempat ujian, tapi ujian ini nggak datang untuk menjatuhkan, melainkan buat menguatkan. Izinkan diri kamu untuk capek dan menangis, tapi jangan biarkan harapan mati.
Coba luangkan waktu buat ngobrol jujur sama Allah, baca lagi ayat-ayat yang menguatkan seperti Az-Zumar:53, dan jangan menjauh dari orang-orang yang tulus sayang sama kamu. Mungkin sekarang kamu belum lihat hikmahnya, tapi suatu hari nanti, kamu akan menoleh ke belakang dan bilang, "Ternyata aku bisa sejauh ini."
semangat selalu kak mugi menjadi pribadi yg lebih kuat❤️❤️