⚠️ HATI-HATI, GANTI TAHUN IRT NO KUDET LAGI!!

Hallo Lemonades 🍋

IRT AYOOO JUJURRRRR....☝🏻

Kamu salah satu diantara orang yang suka beli obat di toko tapi ga merhatiin golongan nya?

Kalo aku YES 🫠🙏🏻 (IRT kudet nih)

Ini alasan nya kalo IRT wajib faham golongan obat :

1. IRT jadi dokter pertama di rumah.

2. Biar ga salah beli, di takutkan harus dengan resep tapi

kita ga tau.

3. Keamanan komsumsi obat, contoh nya ngasih anak obat

dewasa tapi di bagi dua, ga boleh guyss tobat bareng yu 😭

4. Untuk edukasi ke anak.

Yuuu hafalin bareng aku minimal 3 , gampang kooo 🤩

Biar 2026 ga kudet lagi ☺️

#GoodBye2025 #TakutDosa #RahasiaDalamHubungan #DiaryHariIni #SetujuGak

2025/12/22 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDulu tiap ke apotek atau minimarket aku cuma lihat merek obatnya, nggak pernah merhatiin logo lingkaran hijau, biru, atau merah K di kemasan. Setelah paham, kerasa banget bedanya cara pilih obat buat aku sendiri, suami, dan anak. Sedikit rangkum praktis soal 3 warna yang paling sering kita temui: 1. Lingkaran hijau – obat bebas Ini biasanya logo lingkaran hijau dengan garis hitam. Artinya obat ini boleh dibeli tanpa resep dokter dan relatif aman kalau dipakai sesuai aturan di kemasan. Contoh: Oralit, paracetamol dosis biasa, obat maag, beberapa vitamin. Tapi tetap ya, baca aturan pakai dan jangan minum kebanyakan cuma karena “aman”. 2. Lingkaran biru – obat bebas terbatas Logo lingkaran biru ini sering bikin bingung. Obat bebas terbatas masih bisa dibeli tanpa resep, tapi aturannya lebih ketat karena efek sampingnya bisa lebih besar kalau salah pakai. Contoh: banyak obat flu dan obat batuk sirup/pil. Di kemasan biasanya ada peringatan khusus (misalnya nggak boleh untuk anak di bawah usia tertentu, atau ada batas lama penggunaan). Jadi kalau lihat lingkaran biru, aku pribadi selalu baca keterangan dengan teliti dan nggak asal kasih ke anak. 3. Lingkaran merah dengan huruf K – obat keras Ini yang wajib diwaspadai. Logo lingkaran merah dengan huruf K artinya obat keras yang seharusnya hanya dibeli dengan resep dokter. Contoh: Amoxicillin (antibiotik), Captopril (untuk tekanan darah), Neo Gynoxa, dan banyak obat lain yang biasa kita dengar. Kalau dokter kasih resep, aku selalu simpan fotonya dan catat dosis, jangan pernah share resep ke orang lain atau pakai resep lama untuk sakit yang sekarang. Selain 3 itu, sebenarnya masih ada simbol lain seperti obat narkotika, jamu, obat herbal terstandar, sampai fitofarmaka. Tapi buat IRT sehari-hari, minimal hafal dulu “obat 3 warna” ini supaya nggak kudet dan lebih aman. Beberapa kebiasaan yang sekarang aku terapkan: - Kalau beli obat dingin/flu, aku cek dulu: logonya hijau atau biru? Kalau biru, aku hati-hati banget kalau mau kasih ke anak dan lebih pilih konsultasi dulu. - Untuk Oralit, aku sempat cari-cari contoh resep oralit dan cara pakainya. Ternyata tinggal ikuti petunjuk di kemasan, jangan dikira makin kental makin manjur. - Kalau lihat kemasan obat keras Indonesia dengan lingkaran merah K, aku auto ingat: ini area dokter, bukan area IRT sok-sokan. Aku juga ingatkan keluarga biar nggak minum antibiotik sisa tanpa konsultasi. Buat kamu yang masih suka bilang, "Aku kudet, kudet artinya apa sih?" — di konteks ini ya kita nggak mau lagi kudet soal kesehatan keluarga. Pelan-pelan aja, tiap beli obat luangin 1–2 menit buat lihat logo, baca aturan pakai, dan simpan nota/rincian obat. Lama-lama kebiasaan, dan kita jadi benar-benar “dokter pertama” di rumah yang lebih bertanggung jawab.

8 komentar

Gambar mypu͡° ͜ʖ ͡ –
mypu͡° ͜ʖ ͡ –

makasih banget infonya 👍

Lihat lainnya(1)
Gambar erlita malik
erlita malik

wah bermanfaat bgt yaa kakk

Lihat lainnya(1)

Lihat komentar lainnya