Nasib IRT Di Musim Hujan, LELAAHHHHH
Hallo Lemonades 💛🍋
Siapa IRT di sini yang masih ngontrak?☝🏻
Kamu ngerasa ga kalo beda kontrakan beda cerita??? 😭🤣
Pasti kamu pernah ngerasa dapet rumah kotor lah, yang bocor, selokan mampet, bahkan rumah horor berhantu??
nano nano banget emang irt yang ngontrak mah, nama nya juga rumah orang lain kan, pasti ga akan sesuai dengan keinginan kita yang ngontrak.
cerita sedikit :
Aku baru banget 2 bulan pindah ke kontrakan ini, kata yang punya rumah nya ini ga bocor , ga banjir , bahkan harga nya lumayan murah, yang rata² kontrakan di daerah aku 700, ini 600.
Emang hujan gede yang ga lama reda ngga bikin banjir, tapi aku ngga ngeuh kalo hujan yang berhari-hari bisa jadi banjir.
Waktu itu aku lagi di rumah mamer, pas pulang Ya Allah.... nangis banget banjir se rumah, mana air nya item bau got😭
Masih bingung ini pindah atau bertahan ya..
galau banget plis, sampe mau #MenujuL8Awards aja aku masih belom ada persiapan apapun ....
KALO RUMAH MU BEGINI, PINDAH ATAU BERTAHAN???
Sebagai seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang juga pernah mengontrak rumah, saya sangat memahami bagaimana sulitnya menghadapi berbagai masalah rumah saat musim hujan, apalagi jika rumah tersebut bukan milik sendiri. Saya juga pernah mengalami kondisi kontrakan yang awalnya terlihat bagus, tapi ternyata bermasalah saat hujan deras turun berhari-hari. Rumah menjadi bocor di sana-sini, bahkan banjir hingga masuk ke dalam rumah, yang tentunya membuat aktivitas sehari-hari sangat terganggu. Pengalaman saya menunjukkan, menghadapi nasib IRT di musim hujan ini memang butuh kesabaran ekstra dan strategi cerdas. Pertama, penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi rumah sebelum benar-benar memutuskan untuk tinggal lama. Tanyakan kepada pemilik rumah tentang riwayat banjir dan kerusakan sebelumnya. Kadang, harga kontrakan yang lebih murah justru membawa risiko lebih besar dari segi kenyamanan dan keamanan. Selain itu, saya juga belajar banyak dari komunitas IRT yang sering berbagi tips mengatasi selokan mampet dan kebocoran. Misalnya, memastikan selokan di sekitar rumah rutin dibersihkan sebelum musim hujan, menggunakan plastik atau terpal sebagai pelindung tambahan di area yang rawan bocor, serta menyiapkan pompa air kecil untuk mengatasi genangan air dengan cepat. Dari sisi fisik, menata barang-barang agar tidak langsung bersentuhan dengan lantai juga membantu mengurangi kerusakan jika banjir sampai terjadi. Tetapi, ada kalanya keputusan untuk pindah menjadi solusi terbaik demi kenyamanan dan kesehatan keluarga. Apalagi jika banjir sudah sering terjadi dan tidak ada perbaikan dari pemilik kontrakan. Saya juga sempat galau memilih antara bertahan dan pindah, karena mencari kontrakan baru di musim hujan tidak mudah dan seringkali harganya lebih mahal. Dari pengalaman ini, saya menyarankan para IRT untuk membuat daftar prioritas serta budget yang realistis saat memilih tempat tinggal, terutama menjelang musim hujan. Membicarakan masalah ini dengan suami dan keluarga menjadi hal penting agar keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan bersama. Pada akhirnya, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, serta memiliki komunitas yang saling mendukung seperti #NgurusRumah, juga dapat sangat membantu para IRT bertahan menghadapi musim hujan yang penuh tantangan.

Pindah sih kak kl banjir. karena capek pasti kan kl banjir tuh. ngurus baju, perabotan, beberes rumah. apalagi ini ngontrak jadi ngga ada ikatan. semangat ya kak 🥰🥰