8 Rajab Haul KH. Achmad Shiddiq Semoga kita mendapat barakahnya. Āmīn

Nama kecil beliau Achmad Muhammad Hasan, lahir di Jember pada hari Ahad 10 Rajab 1344 (tanggal 24 Januari 1926). Beliau adalah putra bungsu Kiai Shiddiq dari lbu Nyai H. Zaqiah (Nyai Maryam) binti KH. Yusuf.

Achmad ditinggal abahnya dalam usia 8 tahun. Dan sebelumnya pada usia 4 tahun, Achmad sudah ditinggal ibu kandungnya yang wafat ditengah perjalanan di laut, ketika pulang dari menunaikan ibadah haji. sehingga diasuh oleh kakaknya, KH. Mahfudz Siddiq.

beliau belajar kepada beberapa ulama besar seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahid Hasyim, serta menimba ilmu di Pesantren Tebuireng.

KH. Achmad Siddiq menikah dengan seorang perempuan bernama Sholihah dari Desa Mangunsari, Tulungagung, Jawa Timur pada 23 Juni 1947.

Pada tahun 1955, istri pertamanya meninggal dunia. Dari pernikahan ini, beliau memiliki 5 anak:

• Mohammad Farid Wadji

• H. Muhammad Rafiq Azmi

• Fatati Nuriana

• Mohammad Anis Fuadi

• Farich Fauzi

Kemudian beliau menikah lagi dengan Hj. Nihayah (adik dari istri pertama). Dari pernikahan kedua ini, beliau memiliki 8 anak:

• Asni Furaidah

• H. Robith Hasyimi

• H. Mohammad Syakib Siddiq

• Mohammad Hisyarn Rifqi

• Ken Ismi Asiati Afrik Rozana

• Nida Dusturia

• Mohammad Balya Firjaun

• Mohammad Muslim Mahdi

KH. Achmad Siddiq jatuh sakit saat menghadiri Munas Majelis Ulama Indonesia di Jakarta tahun 1990. Setelah satu tahun, beliau dirawat di RS Dr. Soetomo dan wafat pada 23 Januari 1991 M | 8 Rajab 1411 H.

Sebelum wafat, beliau berpesan agar dimakamkan di Jalan Makam Auliya

#jember #plosomojokediri

4/16 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMemperingati haul KH. Achmad Shiddiq pada tanggal 8 Rajab merupakan momentum penting bagi umat Islam, khususnya di daerah Kediri dan sekitarnya. KH. Achmad Shiddiq dikenal sebagai sosok ulama yang istiqomah dan memiliki kontribusi besar dalam perkembangan pesantren serta dakwah Islam di Indonesia. Saya pribadi pernah berkunjung ke Kompleks Pesarean Auliya di Dusun Tambak, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, tempat beliau dimakamkan. Lokasi ini tidak hanya menjadi situs ziarah, tapi juga pusat pembelajaran spiritual yang menginspirasi banyak generasi muda. Di sana, saya melihat banyak pengunjung yang datang untuk mendoakan dan meneladani keteladanan beliau. Selain itu, mengenal perjalanan hidup KH. Achmad Shiddiq yang penuh liku sejak dini, seperti kehilangan orang tua sejak kecil, dan bagaimana ia belajar dari para ulama besar seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahid Hasyim, memberi pelajaran tentang keteguhan iman dan pentingnya pendidikan agama. Hal ini menguatkan saya untuk lebih giat dalam menuntut ilmu agama dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Acara haul ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk saling mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kecintaan terhadap sunnah ulama salaf. Semoga dengan memperingati 8 Rajab ini, kita semua mendapat keberkahan dan mengambil hikmah dari perjuangan KH. Achmad Shiddiq dalam mencerdaskan umat dan menjaga nilai-nilai keislaman di Indonesia.

Cari ·
outfit dinner hijab

1 komentar

Gambar nirainun
nirainun

asalamualaikum semoga almarhum di terima segala amal ibadahnya terharu kalau lihat mashab nya sayasedih . jadi teringat almarhum suami beliau meninggalkan ilmu makripatuloh yg diajarkan ke jamaah nyayg alhamdulilah masih berjmalan sampai sekarang,, semoga kami semua bisa menjalankan peninggalan dan jejak ilmunya agar lebih bermanfaat Aamin yra 🙏🙏