5 Rajab Haul KH. Muhammad Zaini Al-Banjari. Semoga kita mendapat berkah. Āmīn
Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani Al-Banjari atau Abah Guru Sekumpul, lahir di Desa Tunggul Irang, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada 11 Februari 1942M. | 27 Muharram 1361 H.
Beberapa nama atau julukanyang populer di masyarakat adalah Qusyairi (nama kecil), Guru Sekumpul (sebutan yang paling populer), Guru Ijai (Guru Izai), Guru Ijai Sekumpul, Tuan Guru, Abah Guru, Kiyai Haji.
Sejak kecil dididik orang tuanya H. Abdul Ghani dan Hj. Masliah binti Haji Mulya dan neneknya bernama Salbiyah.
Dalam bertarekat, beliau mengikuti tarekat Sammaniyah.
Beliau mendapat ijazah Maulid Simthud Durar dari sahabat karibnya, Habib Anis ibn Alwi ibn Ali al-Habsyi dari Solo, Jawa Tengah. sempat mengajar di Pesantren Darussalam Martapura selama lima tahun.
Kemudian membuka pengajian di rumahnya sendiri pada 1970-an, didampingi kiai terkenal yakni Guru Salman Bujang (Guru Salman Mulya). Pada 1988 pindah ke Kampung Sekumpul, membuka kompleks perumahan ar-Raudhah atau Dalam Regol.
Beliau memiliki tiga istri semasa hidupnya, yaitu Hj. Juwairiyah, Hj. Laila, dan Hj. Siti Noor Jannah
Beliau memiliki dua orang putra. yang lahir dari pernikahan dengan Hj. Noor Laila, dikenal sebagai putra mahkota dan penerus, yaitu:
Muhammad Amin Badali (lahir 6 Januari 1995)
Ahmad Hafi Badali (lahir 19 Maret 1996)
wafat di usia 63 tahun pada Rabu 10 Agustus 2005 M. | 5 Rajab 1426 H. dimakamkan di komplek kubah di dekat Mushola Ar Raudhah, Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.














































