4 Muharram Haul Al Habib Hadi bin Abdullah Al Haddar Semoga kita mendapat berkah
Habib Hadi bin Abdullah bin Umar bin Sholeh Al Haddar lahir di Banyuwangi, Jawa Timur pada tahun 1325 H (1908 M). dilahirkan dari pasangan Habib Abdullah bin Umar Al Haddar dengan Syarifah Syifa' binti Musthofa Assegaf.
Pada umur sembilan tahun, ibunya yang bernama Syarifah Syifa' binti Musthofa Assegaf wafat. Beliau kemudian oleh ayahnya Habib Abdullah bin Umar Al-Haddar dibawa ke Gathan, Hadramaut.
Padahal usianya 11 tahun, ayahnya meninggal. Habib Hadi kemudian tinggal bersama seorang adiknya, yakni Habib Muhammad.
Diantara guru beliau ialah Habib Abdullah bin Umar Assegaf (ayah beliau sendiri), Habib Muhammad bin Hadi Assegaf (Seiwun) yang merupakan murid dari Habib Ali bin Muhammad bin Husin Al Habsyi ( Shohibul Maulid Simtut Duror ). Teman beliau saat itu di majlis ta'lim Habib Muhammad Al Habsyi adalah Habib Abdul Qadir bin Husein Assegaf (ayahanda Habib Taufik Assegaf, Pasuruan)
Pada usia 20 tahun, Habib Hadi pulang ke Indonesia melalui Surabaya.
Beliau wafat pada hari Kamis, 4 Muharram 1393 H. | 8 Februari 1973 di usia 65 tahun, mempunyai delapan orang anak satu putra, tuju Perempuan.
Beliau di sholati dengan di imami oleh Habib Abdul Qadir bin Husein Assegaf (Abah Habib Taufiq Assegaf Pasuruan) dan dimakamkan di Blambangan, Lateng, Banyuwangi.
Turbah Makam Al-Habib Hadi Al-Haddar
#habib #alhaddar #habibhadibinabdullahalhaddar #banyuwangi
Menghadiri haul Al Habib Hadi bin Abdullah Al Haddar setiap 4 Muharram menjadi momen penuh makna bagi banyak umat Muslim, khususnya yang berasal dari Banyuwangi dan sekitarnya. Acara ini tidak sekadar peringatan, melainkan juga menjadi ajang untuk memperkuat ukhuwah dan meneladani perjalanan hidup Habib Hadi yang penuh keteladanan. Saya sendiri pernah berkesempatan mengikuti haul tersebut beberapa tahun lalu. Suasana haru dan penuh khidmat sangat terasa ketika para jamaah berkumpul di pemakaman Blambangan. Ceramah-ceramah yang disampaikan mengingatkan kita tentang betapa pentingnya mendalami ilmu agama dan bersikap sabar dalam menghadapi ujian hidup, sebagaimana dilakukan oleh Habib Hadi sejak masa kecilnya yang penuh cobaan, seperti kehilangan kedua orang tua di usia dini. Seringkali pula, haul ini dipenuhi dengan lantunan shalawat dan doa yang khusyuk, memungkinkan kita mendoakan kebaikan untuk beliau serta mendapat keberkahan dari perjuangan spiritualnya. Selain itu, memperkuat silaturahmi antar keluarga dan masyarakat yang hadir menjadi salah satu nilai penting dari acara ini. Di era modern saat ini, mengenang perjuangan ulama seperti Habib Hadi bin Abdullah Al Haddar memberikan inspirasi bagaimana mempertahankan nilai-nilai keislaman secara konsisten dan istiqamah. Saya juga menyarankan untuk mengunjungi turbah makam Al Habib Hadi Al-Haddar sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan jasa para ulama dalam menjaga agama Islam di Nusantara. Bagi yang ingin lebih memahami sejarah dan nilai keagamaan haul ini, banyak sumber bisa dipelajari, termasuk kisah guru-guru beliau yang juga ulama terkemuka, seperti Habib Abdullah bin Umar Assegaf dan Habib Muhammad bin Hadi Assegaf. Dengan menghadiri haul dan mendalami kisah hidup Al Habib Hadi, semoga kita semua bisa mencontoh kebaikan, kesabaran, dan keteguhan iman beliau, sehingga mendapatkan berkah dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.










