Aku tdk tau smpe mna btas ini, tp htiku sllu brtanya, apkh brtahan mmbuatkh bhgia ato mlepskan yg akn mnyembuhkanku ???
Saya pernah berada di titik di mana hati saya bertanya hal yang sama: apakah saya harus terus bertahan dalam keadaan yang membuat saya tidak bahagia atau segera melepaskan demi kesembuhan diri? Dari pengalaman saya, bertahan sering kali terasa seperti pilihan yang lebih aman karena kita takut kehilangan apa yang sudah kita miliki, bahkan jika itu menyakitkan. Namun, saya juga menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak bisa dipaksakan dan terkadang melepaskan merupakan langkah penting untuk menemukan kedamaian. Melepaskan bukan berarti kalah atau menyerah, melainkan memberi ruang bagi diri kita untuk tumbuh dan sembuh. Dalam proses itu, penting untuk memahami perasaan sendiri tanpa tekanan dari luar. Saya mulai menulis jurnal harian dan berbagi cerita dengan teman dekat sebagai cara untuk memahami emosi saya lebih dalam. Hal ini sangat membantu saya melewati masa-masa sulit. Kalau kamu merasa bingung, cobalah untuk bertanya pada diri sendiri apa yang benar-benar membuatmu bahagia dan sehat secara mental. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari orang yang kamu percaya atau profesional jika perasaan tersebut terlalu berat. Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak untuk bahagia dan sembuh, dan pilihan antara bertahan atau melepaskan adalah perjalanan yang sangat personal dan berharga.
