Jangan berlagak Hebat.
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani
Segala puji bagi Allah yang memiliki segala kekuasaan.
Nasihat ini selaras dengan panduan ulama, yang memperingatkan agar tidak terpesona dengan pujian manusia yang bersifat sementara, karena kemuliaan sejati di sisi Allah dinilai dari hati dan amal, bukan pengakuan dunia.
Berikut peringatan ulama tentang bahaya "ghairah menjadi manusia hebat":
· Bahaya "ujub" (rasa hebat diri): Sifat ini boleh menyebabkan seseorang tersasul dalam tindakan, terutamanya bagi pemimpin yang terlalu ghairah mengejar kuasa, kerana kehebatan berpidato atau berfatwa tidak menjamin keimanan tinggi jika hati lalai .
· Jangan terpedaya dunia: Jika menjadikan dunia dan pujian sebagai cita-cita terbesar, itu adalah kerugian di dunia dan akhirat . Dunia ini hanya persinggahan sementara, ibarat mimpi .
· Kriteria dicintai Allah: Fokuslah pada akhlak mulia dan hati yang hidup. Orang yang dicintai Allah adalah yang gembira dengan kebaikan dan menyesali dosa , serta memiliki akhlak yang baik sehingga disukai masyarakat . Allah tidak melihat rupa atau harta, tetapi hati dan amal .
Betul tu! Dunia = ujian, akhirat = tujuan 😊
Apa kata ulamak?
Imam Al-Ghazali: "Orang hebat di mata Allah, dia yang tawadhu."
Ibn Taymiyyah: "Jangan cari pujian, cari ridha Allah."
Surah Al-Hujurat: 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Maksud: "Yang paling mulia di sisi Allah, yang paling takwa."
Kenapa ini penting?
Allah lihat hati - Bukan amal, tapi niat.
Akhirat = kekal - Dunia = sementara.
Tawadhu = tinggi - Sombong = hina.
Apa yang perlu buat?
Tawadhu - Rendah hati.
Ikhlas - Lakukan untuk Allah.
Minta tolong Allah - Doa jaga hati.
Contoh:
Nabi Muhammad SAW tawadhu, Allah tinggikan.
Orang sombong, Allah hinakan.
"Semoga bermanfaat. Sila share jika suka, save jika perlu, dan komen jika ada pandangan. Jom sama-sama kita sebarkan kebaikan. Terima kasih!"
























