Jujur aku malu banget posting ini. Karena banyak orang yg aku temui / ketemu aku dengan versi terbaruku. Tapi banyak juga yang tau aku dari dulunya aku.
Malu untuk menampilkan diri aku yang dulu berbobot 3 angka, sekarang menjadi 2 angka. Tapi dilain hal, aku sadar ternyata aku berprogres walaupun belum sampai di berat idealku.
Aku hanya ingin mengingatkan untuk berhenti memberikan kalimat yg kurang mengenakkan kepada semua orang yg overweight. Baik pria/wanita overweight. Walaupun aku udah kenyang banget dulu dengan kalimat “gendut, gemuk, gembrot, gajah bengkak, kudanil, tronton, bedug masjid, dsbnya”
Beberapa waktu lalu, aku ketemu mas-mas yg “ketawa meledek” ke mba overweight yg lagi jalan. Dan aku ngeliat langsung persis dibelakang kejadian itu. Dan entah kenapa tiba-tiba aku sakit hati. Padahal kalau diposisinya kayaknya mbanya juga gak engeh akan hal itu. Tapi aku yg ngeliat, jadi ngasih mata sinis ke masnya. Reflek banget.
Menurutku hal yg gatepat aja untuk kasih sikap seperti itu. Semua yg berada di posisi itu pasti di dalam hati kecilnya mau punya badan ideal kok. Dan kita gatau apakah orang tersebut sedang berprogres saat itu atau gimana. Tapi menurutku, bersikaplah layaknya kamu ketemu orang-orang yg normal weight. Karena pasti akan ada satu titik yang mendorong orang itu mau berubah. Kapan-nya memang gak pasti karena enggak ada yang bisa memastikan itu. Tapi at least, please kasih sikap layaknya kamu ingin diberikan sikap dari orang lain, sopan dan menghargai.
Hopefully bisa memberikan sedikit makna dari cerita ini.
2025/8/10 Diedit ke
... Baca selengkapnyaFenomena stigma terhadap orang dengan berat badan berlebih (overweight) masih sangat umum di masyarakat. Banyak individu yang mengalami ejekan dan komentar negatif yang dapat menimbulkan dampak psikologis serius, seperti rendahnya rasa percaya diri hingga masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, sikap empati dan penghargaan sangat penting ketika berinteraksi dengan mereka.
Seperti pengalaman yang disebutkan, seseorang yang sudah berprogres menurunkan berat badannya, bahkan jika belum mencapai berat ideal, sangat pantas mendapatkan dukungan dan tidak dilecehkan dengan kata-kata yang merendahkan seperti "gendut", "kudanil", atau istilah lainnya. Kata-kata tersebut bukan hanya menyakitkan tetapi juga bisa menghambat motivasi mereka untuk terus berusaha.
Menurut beberapa penelitian, pendekatan positif dan supportif dari lingkungan sosial sangat membantu perjalanan transformasi seseorang yang ingin mencapai berat badan sehat. Dukungan ini juga dapat meningkatkan kesehatan mental dan mempercepat proses perubahan gaya hidup sehat.
Selain itu, menjaga sikap seperti ketika bertemu orang dengan berat badan normal sangat dianjurkan. Sopan santun dan rasa hormat harus menjadi dasar interaksi sosial kita, tanpa memandang berat badan seseorang. Tidak mengetahui proses perjuangan yang sedang dilalui seseorang seringkali membuat kita tidak peka, yang pada akhirnya menimbulkan rasa sakit hati pada pihak yang dihadapi.
Dalam gambaran yang lebih luas, kesadaran akan body positivity juga mulai berkembang di masyarakat Indonesia dan dunia. Body positivity mengajak kita untuk menerima dan menghormati semua bentuk tubuh tanpa menghakimi, namun tetap mendorong pola hidup sehat dan penyelesaian masalah kesehatan yang sebenarnya diperlukan.
Terakhir, pesan ini memberikan makna bahwa kita semua memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan suportif. Mulai dari kita sendiri, dengan berempati dan berhenti memberikan komentar negatif, diharapkan akan tercipta perubahan sikap positif yang tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang overweight, tapi juga untuk masyarakat secara umum.