... Baca selengkapnyaAku sempat bingung waktu pertama kali lihat klaim di kemasan: SPF 50 PA++++, formula baru, nggak ninggalkan bekas putih, dan disebut sebagai tabir surya pertahanan urban. Buat aku yang sering aktivitas di luar, perlindungan tinggi dari matahari itu wajib, tapi tetap pengen hasil di kulit kelihatan natural, nggak usang 50/50 alias belang-belang atau abu-abu di beberapa area.
Yang paling kerasa waktu pakai adalah teksturnya. Biasanya sunscreen dengan SPF tinggi itu cenderung kental dan susah dibaur, tapi yang ini lebih ke lotion ringan. Aku biasanya ambil dua ruas jari untuk wajah dan leher, lalu tap-tap dulu di beberapa titik (kening, pipi, hidung, dagu) sebelum diratakan. Dengan cara ini, hasilnya lebih merata dan nggak bikin kulit kelihatan belang atau patchy.
Di kulitku yang kombinasi, bagian T-zone gampang banget berminyak, jadi aku cukup pilih-pilih kalau soal sunscreen. Dengan produk SPF 50 PA++++ ini, efek glowing-nya masih wajar dan nggak berubah jadi kilang minyak dalam beberapa jam. Tip kecil dariku: tunggu sekitar 10–15 menit setelah pakai sunscreen sebelum lanjut ke makeup atau bedak. Pas sudah set, hasilnya lebih nempel dan warna kulit kelihatan lebih rata, jadi nggak ada efek "usang 50/50" antara area yang tertutup makeup dan yang nggak.
Klaim nggak meninggalkan bekas putih juga cukup kerasa. Di kulit sawo matang, banyak sunscreen yang bikin tampilan keabu-abuan, terutama kalau dipakai kebanyakan atau nggak rata. Di sini aku coba pakai di bawah lampu terang dan cahaya matahari langsung, tapi masih kelihatan natural. Kalau kulitmu lebih gelap, mungkin perlu sedikit sabar saat meratakan, tapi sejauh ini di aku masih aman dan nggak terlalu white cast.
Karena dia dibilang sebagai tabir surya pertahanan urban, aku juga tes dipakai seharian pas lagi banyak kegiatan di luar rumah. Setelah beberapa jam, bagian hidung memang mulai sedikit berminyak, tapi tinggal di-blot pakai tisu dan re-apply tipis, masih oke. Jangan lupa re-apply tiap 3–4 jam kalau sering di luar, itu cukup bantu biar kulit nggak belang atau kelihatan tua sebelah.
Hal lain yang aku perhatiin adalah kenyamanan di kulit. Karena sudah dermatologically tested, di kulitku yang kadang sensitif nggak muncul perih atau gatal. Buat yang baru mau coba sunscreen dengan SPF tinggi, saran aku: patch test dulu di bagian rahang atau belakang telinga, lalu lihat reaksi dalam beberapa jam.
Overall, buat kamu yang cari sunscreen SPF 50 PA++++ yang ringan, nggak bikin wajah kelihatan usang 50/50, dan bisa dipakai harian di lingkungan kota, produk dengan klaim "tabir surya pertahanan urban" ini cukup menarik buat dicoba. Tinggal disesuaikan saja sama jenis kulit dan kebiasaan skincare kamu.