Doa yang tidak boleh di Aamiinkan !
Dalam pengalaman saya mengikuti shalat berjamaah dan mendengarkan kajian mengenai doa Qunut, ternyata tidak semua doa yang diucapkan imam saat Qunut boleh diikuti dengan pengucapan 'Aamiin' oleh makmum. Ini mungkin terasa membingungkan karena secara umum kita diajarkan untuk mengaminkan doa imam dengan menyebutkan 'Aamiin'. Penjelasan yang saya dapat dari kajian hadis dan nasihat para ulama, seperti Syaikh Shalih bin Abdillah bin Hamad Al-U, menyatakan bahwa ketika imam mengucapkan doa yang berisi permohonan agar Allah tidak menghina orang yang dicintai-Nya, atau agar tidak memuliakan orang yang dimusuhi-Nya, makmum sebaiknya diam dan tidak mengucapkan 'Aamiin'. Hal ini karena arti 'Aamiin' secara harfiah adalah 'Ya Allah, kabulkanlah'. Jika makmum mengaminkan doa tersebut, secara tidak langsung mereka mendoakan agar Allah tidak menghina orang yang dikasihi-Nya, yang merupakan hal yang bertentangan dengan keyakinan kita bahwa Allah selalu memberikan kasih sayang dan petunjuk kepada hamba-Nya. Saya sendiri merasa lebih nyaman dan khusyuk saat mengikuti anjuran ini, dengan cara diam saat imam membaca bagian-bagian doa yang demikian, dan bila ingin memberikan tanggapan, cukup dengan mengucapkan kata-kata pujian seperti 'Subhanallah' yang memang diperbolehkan dan sesuai sunnah. Penting bagi kita sebagai umat Islam untuk memahami makna doa yang kita ikuti dalam shalat agar tidak terjadi kekeliruan dalam berdoa yang seharusnya membawa kedekatan kepada Allah. Mendengarkan kajian dan nasihat dari ulama terpercaya sangat membantu saya untuk meluruskan pemahaman dan menjalankan ibadah dengan benar sesuai petunjuk Rasulullah.



















