Some good local food we tried in Yogyakarta 🍋✅

📍 Nama Tempat : Gudeg Mercon Pasar Sentul, Tempo Gelato, dan Warung Tenda Biru

Yogyakarta

1/20 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPertama kali dengar tentang Gudeg Mercon Pasar Sentul, jujur aku penasaran banget. Selama ini tahunya gudeg itu manis dan cenderung kalem, tapi di sini terkenal dengan "mercon"-nya alias sambal super pedas yang bikin nagih. Lokasinya masih di area Yogyakarta kota, dekat dengan permukiman dan pasar tradisional, jadi suasananya benar-benar lokal. Begitu sampai, warungnya sederhana, mirip warung khas Jawa dengan etalase berisi aneka lauk: ayam, telur, krecek, sambal mercon, sampai aneka gorengan. Porsi standarnya biasanya nasi + gudeg + krecek + telur atau ayam, lalu kita bisa request tambah sambal mercon. Kalau kamu kurang tahan pedas, bisa minta sambalnya dipisah, jadi tetap bisa nikmatin rasa gudegnya tanpa terlalu kepedasan. Untuk rasa, gudegnya sendiri manis-gurih, tekstur nangkanya empuk dan nggak terlalu lembek. Yang bikin beda tentu sambal merconnya: pedasnya nendang tapi masih ada rasa gurih, bukan cuma pedas doang. Kalau dimakan bareng nasi hangat, krecek, dan ayam, rasanya lengkap banget. Di jam-jam makan, tempat ini cukup ramai, jadi kadang harus sabar antri sebentar, tapi perputarannya cepat. Soal harga, menurutku masih ramah di kantong. Porsi nasi gudeg dengan lauk standar kira-kira di kisaran belasan ribu sampai sekitar dua puluh ribuan, tergantung tambah lauk apa. Kalau kamu tipe yang suka eksplor menu, bisa coba kombinasi ayam + telur + tambahan sambal mercon, tapi tentu harga ikut naik sedikit. Menurutku tetap worth it dibanding rasa dan pengalaman makan di tempat yang benar-benar jadi langganan warga lokal. Tips pribadi: datang agak lebih awal kalau ingin pilihan lauk masih lengkap, misalnya sekitar jam makan siang atau sebelum terlalu malam. Bawa juga uang tunai, karena beberapa warung tradisional seperti ini kadang belum menerima cashless. Setelah kenyang makan gudeg mercon, aku sempat lanjut jajan bakso dan mie ayam di warung yang direkomendasi sopir lokal—rasanya juga enak, kuahnya gurih dan porsinya cukup besar. Sebagai penutup, kami mampir ke Tempo Gelato untuk dessert. Suasananya cozy dan ramai, pilihan gelatonya variatif banget, dari rasa klasik seperti cokelat dan vanila sampai rasa yang lebih unik. Di beberapa cabang mereka masih mengutamakan pembayaran tunai, jadi lagi-lagi, jangan lupa bawa cash. Kombinasi makan gudeg mercon yang pedas lalu disegarkan dengan gelato dingin benar-benar menutup hari kulineran di Yogyakarta dengan manis.