Ga semua CUTT OOF berarti ngajak musuhan. Jangan takut dicap 'jahat' hanya karen
#foryourpage #fyp #fypviral #trending #sadstory
Dalam menjalani hubungan, baik itu persahabatan, keluarga, maupun hubungan asmara, ada kalanya kita merasa perlu melakukan 'cut off' atau menjauh dari seseorang. Banyak orang langsung mengaitkan tindakan ini dengan permusuhan atau kebencian, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Dari pengalaman pribadi, saya belajar bahwa 'cut off' bisa menjadi bentuk perlindungan diri yang bijak. Seperti yang dikutip dari pelajaran Rasulullah, memaafkan itu penting sebagai cara menyembuhkan hati. Namun, memaafkan bukan berarti kita harus terus dekat dan membiarkan diri terluka lagi. Memberi jarak adalah cara menjaga diri supaya tidak terus terjebak dalam luka yang sama. Saya merasakan sendiri, setelah memutuskan untuk memberi jarak dari seseorang yang pernah menyakiti, proses penyembuhan hati berjalan lebih baik. Hati terasa lebih damai dan pikiran pun lebih jernih. Memang, proses ini tidak mudah dan sering disalahpahami oleh orang lain. Tak jarang kita dicap 'jahat' atau egois hanya karena memilih untuk menjauh. Tapi ingat, batasan dalam hubungan adalah hal yang sehat dan diperlukan untuk menjaga keseimbangan emosional kita. Jika kamu merasa bingung atau takut dianggap negatif saat memilih untuk 'cut off', coba lihatlah dari sisi kesejahteraan dirimu. Memaafkan dan menjaga jarak bukan berarti permusuhan, melainkan bentuk cinta pada diri sendiri. Dengan cara ini, kita dapat melanjutkan hidup dengan pikiran yang lebih tenang dan hati yang lebih kuat.












































