2025/11/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBeberapa waktu terakhir, frasa "sudah pulih namun kembali perih" sering banget seliweran di kepala, apalagi kalau lagi scroll Twitter pendosa kecil. Isinya tuh kadang relate parah sama fase hidup yang rasanya udah baik-baik aja, tapi ternyata masih gampang ke-trigger hal-hal kecil. Dan entah kenapa, perasaan itu sering muncul justru pas lagi naik gunung. Sebagai pendaki pemula yang juga sedikit pendakifomo, awalnya aku kira naik gunung cuma soal foto aesthetic, ngejar sunrise, sama bisa update story biar kelihatan produktif. Tapi ternyata, di atas sana justru banyak momen hening yang bikin semua kenangan dan rasa perih muncul lagi satu per satu. Kayak lagi baca thread curhat di Twitter pendosa kecil, bedanya ini beneran diputar ulang di kepala sendiri. Ada satu momen, pas istirahat di pos, napas udah ngos-ngosan, kaki pegal, tapi hati lebih berisik dari suara jangkrik. Di titik itu, kalimat "sudah pulih namun kembali perih" kerasa banget. Kayak, kamu kira udah move on, udah berdamai, tapi begitu lihat sesuatu yang mengingatkan masa lalu, rasa sakitnya muncul lagi, cuma versi lebih diam dan dalam. Dari situ aku mulai sadar, mungkin gunung justru jadi tempat paling jujur buat ketemu diri sendiri. Nggak ada distraksi notifikasi, nggak bisa pura-pura kuat di depan banyak orang. Kalau capek ya duduk, kalau sesak ya tarik napas, kalau nangis ya… yaudah nangis aja pelan-pelan sambil lihat kabut lewat. Kalau kamu juga suka mantengin Twitter pendosa kecil dan ngerasa relate sama banyak quote perih di sana, mungkin kamu bisa coba cara ini: 1. Tulis dulu perasaanmu di catatan HP sebelum naik gunung. Nggak usah puitis, yang penting jujur. 2. Pas di trek atau di camp, baca lagi pelan-pelan. Rasakan, jangan ditolak. Kadang menerima kalau kita memang belum sepenuhnya pulih itu langkah awal yang sehat. 3. Pakai momen lihat pemandangan, awan, atau lampu kota dari ketinggian buat ngobrol sama diri sendiri. Bayangin kamu lagi balesin tweet curhat kamu sendiri, tapi dengan jawaban yang lebih lembut dan nggak menghakimi. 4. Setelah turun gunung, cek lagi: apakah rasa perihnya masih sama kuatnya, atau sudah agak reda? Kalau masih perih, nggak apa-apa. Namanya juga proses, bukan keajaiban semalam. Buat pendakipemula yang datang ke gunung demi pelarian, boleh banget kok. Tapi pelan-pelan belajar juga buat nggak cuma lari, tapi berani ngadepin. Karena ternyata, ada kalanya kita merasa sudah pulih, namun kembali perih, dan itu manusiawi banget. Yang penting, kali ini jangan sendirian: ajak versi dirimu yang lebih sayang sama diri sendiri buat jalan bareng, entah di jalur pendakian atau di jalan hidup yang lagi kamu susun pelan-pelan.

Posting terkait

Tangkapan layar percakapan konsultasi online di Halodoc. Pengguna berusia 25 tahun dengan riwayat maag dan alergi pedas, mengeluhkan breakout parah setelah memakai makeup untuk pertunangan, yang sebelumnya hanya muncul saat haid.
Tangkapan layar percakapan konsultasi online yang menampilkan foto wajah pengguna dengan jerawat dan kemerahan, disertai keterangan 'Break out parah Setelah pake make up lamaran'.
Tangkapan layar percakapan konsultasi online. Pengguna menjelaskan rutinitas skincare sebelumnya dan produk baru yang dicoba saat breakout, termasuk Hadalabo, Sea Makeup, Skin1004 Centella, dan totol jerawat YOU.
Coba konsul ke halodoc deh kalo break out parah!!
Halo gais, udah lama bgt ga upload di lemon. Aku mau berbagi cerita nih kemarin aku habis lamaran, terus kayanya ada yg salah dari make up yg aku pake. Entah alatnya yg kurang bersih atau mungkin aku yg bersihin makeup nya ga bener ya? Sedih sekali 1 minggu after lamaran langsung break out para
Hesti Lestari

Hesti Lestari

50 suka

Imej menunjukkan tajuk "CARA SUPAYA DAPAT LETAK LAGU WHATSAPP" dengan latar belakang ikon WhatsApp hijau dan dua watak kartun kuning. Bahagian bawah menunjukkan pilihan "Help Center" dan "Terms and Privacy Policy".
Tangkapan skrin menu tetapan WhatsApp yang menunjukkan pilihan seperti Akaun, Privasi, dan Bantuan. Teks overlay mengarahkan pengguna untuk "Buka setting Pergi dekat help" dengan anak panah menunjuk ke pilihan Bantuan.
Imej latar belakang ikon WhatsApp hijau dengan teks overlay "Then help Center". Bahagian bawah menunjukkan pilihan "Help Center", "Terms and Privacy Policy", dan "Channel reports" dengan watak kartun kuning.
HARAP BERJAYA LAH YA 🥹
Rasanya ramai setuju atau #TakRamaiSetuju whatsapp ada feature baru ni? Mesti lah setuju cuma sakit hati sebab bukan semua pengguna dapat feature ni betul kan? Bukan tak dapat tapi mungkin belum tersedia untuk semua pengguna kerana pelancaran dilakukan secara berperingkat 🥹 jadi mungkin sebab
D•Bee 🐝

D•Bee 🐝

654 suka

Gambar hutan berkabus dengan teks motivasi 'Biar kita tak dihargai tapi masih ada harga diri, dari kita hilang harga diri demi dihargai.' yang selari dengan mesej artikel tentang nilai diri dan keikhlasan dalam memberi.
TIDAK PERLU BERHARAP.
Tak perlulah berharap supaya orang menghargai apa yang kita pernah buat atau apa yang kita pernah tolong. Berharap kita dihargai akan membuat kita jadi manusia penyedih dan suka mengungkit. Biarlah tak dihargai.. tak apa. teruskan memberi.. Daripada 'hilang harga diri' demi untuk diharg
Elltah Munting

Elltah Munting

4 suka

jangankan berbuat jhat,bbrbuat baik saja masi sala
Mala.Kapota

Mala.Kapota

1 suka

🪷bimsalabim.. ku ubah latar polos jadi berbunga🪷
Jakarta Utara #CeritaLebaran #TipsLemon8 #PengalamanKu #MomenBerharga # #DapurLemon8
♍PeNdOsA_TeRaTaS {"VILS"}

♍PeNdOsA_TeRaTaS {"VILS"}

1 suka

bismillah apa yg di harapkan semoga terwujud amin
ARIW

ARIW

49 suka

Lihat lainnya