tuban-blitar🗿

2025/12/27 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSedikit cerita lebih detail soal rute Gunung Kelud dari Tuban yang kemarin aku lewatin, siapa tahu kepakai buat kalian yang lagi nyari info rute kelud atau mau first time naik ke sana. Dari Tuban/Brondong aku pilih rute lewat Bojonegoro – Nganjuk – Kediri. Di maps sebenarnya sudah jelas, tapi tetap aku saranin cek peta kabupaten Nganjuk Jawa Timur biar kebayang kota/kecamatan apa saja yang dilewati. Selain itu, sinyal di beberapa titik lumayan naik turun, jadi enak kalau dari awal sudah punya gambaran jalur besarnya. Sebelum masuk daerah Nganjuk aku sempat berhenti dulu di SPBU buat isi bahan bakar. Ini penting banget, soalnya makin dekat ke Kelud, SPBU makin jarang dan kadang cuma ada pertamini. Sekalian istirahat tipis-tipis, soalnya perjalanan motor jarak jauh itu yang bikin capek bukan cuma jauhnya, tapi angin dan posisi duduk. Waktu masuk wilayah Bojonegoro, hujan deras banget sampai akhirnya terpaksa neduh di depan Alfamart. Motor matic kupakaikan terpal biru biar barang-barang di jok dan tas tetap kering. Buat kalian yang mau ke Kelud, apalagi lewat jalur ini, aku rekomendasi banget bawa jas hujan yang proper dan plastik cadangan buat bungkus barang, soalnya cuaca Jawa Timur kadang susah ditebak. Sampai Kediri sudah mulai gelap, jalanan menuju Wisata Kelud Kediri terbaru ini sebenarnya sudah cukup bagus dan beraspal, tapi banyak tikungan dan tanjakan. Di beberapa titik pemandangan kanan-kiri masih sepi, jadi usahakan jangan terlalu malam kalau berangkat sendirian. Aku sendiri sampai di area BASECAMP PENDAKIAN G. KELUD sudah malam, dan suasananya rame sama motor dan mobil para pendaki tektok maupun camping. Di basecamp, biasanya kita diminta registrasi dulu, sekarang mayoritas sudah pakai sistem online. Siapin KTP dan nomor darurat, dan jangan lupa cek lagi perlengkapan: headlamp, jaket, sarung tangan, air minum, dan camilan. Aku sempat isi perut dulu pakai bakso biar ada tenaga, karena seharian di jalan lumayan nguras energi. Soal peta gunung Kelud, di basecamp ada papan peta rute pendakian yang cukup jelas, mulai dari Pos 1 sampai puncak. Jalurnya lewat beberapa pos, misalnya POS 2 Seka Delima, lalu lanjut lagi ke area hutan yang rimbun. Di perjalananku kemarin, aku bahkan kelewatan foto di Pos 1 karena sudah keburu capek. Makin ke atas, kabut dan gerimis mulai turun, jadi jalur agak licin dan pandangan terbatas. Mendekati area camping, ada papan petunjuk bertuliskan "PUNCAK" yang jadi penanda kalau kita sudah cukup dekat dengan jalur akhir. Di titik ini biasanya banyak yang memilih istirahat dulu sebelum lanjut. Karena aku tipe tektok, jadi targetnya memang langsung naik-turun tanpa ngecamp, tapi tetap jangan dipaksain kalau badan sudah kerasa nggak enak. Buat yang tertarik dengan wisata Kelud Kediri terbaru tapi belum siap mendaki sampai puncak, kalian bisa eksplor dulu area wisata sekitar, biasanya ada spot foto, warung, dan pemandian. Tapi kalau niatnya memang pendakian, saran dari aku: tidur cukup sebelum berangkat, cek cuaca, dan jangan lupa bilang ke keluarga/teman rencana perjalanan kalian. Intinya, rute Kelud dari Tuban lewat Nganjuk dan Kediri ini cukup doable, asalkan siap fisik, kendaraan sehat, dan kalian nggak buru-buru. Nikmati saja tiap berhenti isi bensin, neduh hujan, atau sekadar makan bakso di pinggir jalan—itu yang bikin perjalanan ke Gunung Kelud jadi berkesan.