Kucing boleh diberi cumi-cumi, asalkan dimasak matang (rebus/kukus) tanpa bumbu, garam, atau minyak, dan diberikan hanya sebagai camilan sesekali. Cumi kaya protein, zat besi, dan seng, tetapi teksturnya kenyal dapat menyebabkan tersedak, jadi potong kecil-kecil. Hindari cumi mentah karena risiko bakteri dan enzim tiaminase.
SO JADI INGET YAAA...
DI REBUS/DIKUKUS DULU BIAR MATANG ...JANGAN DI GORENG ,KRNA MINYAK GORENG GAK BAIK JUGA BUAT PENCERNAAN KUCING KAMU❤️
... Baca selengkapnyaKalau kamu punya kucing yang doyan banget ngendus cumi-cumi mentah di dapur, tenang, kamu nggak sendiri. Kucingku juga selalu penasaran tiap aku lagi bersihin cumi. Tapi dari ngobrol sama dokter hewan dan coba praktik sendiri, ada beberapa hal penting yang wajib banget diperhatiin sebelum kasih cumi ke kucing.
Pertama, soal boleh atau nggak: kucing sebenarnya BISA makan cumi, tapi hanya sebagai camilan sesekali, bukan jadi makan utama. Cumi memang tinggi protein, tapi kebutuhan utama kucing tetap dari daging seperti ayam, ikan, atau wet food khusus kucing. Jadi anggap cumi itu lebih kayak “snack tambahan”, bukan menu harian.
Yang paling penting adalah CARA MASAKNYA. Hindari banget cumi mentah karena bisa mengandung bakteri dan enzim seperti tiaminase yang bisa ganggu vitamin B1 kucing. Aku biasanya masak cumi dengan cara direbus atau dikukus tanpa tambahan apa pun. Nggak pakai garam, bumbu, bawang, apalagi minyak. Minyak goreng juga kurang baik buat pencernaan kucing dan bisa bikin diare kalau kebanyakan.
Setelah cumi matang, aku selalu potong kecil-kecil karena teksturnya cukup kenyal. Pernah sekali aku kasih potongan agak besar, kucingku malah susah ngunyah dan hampir tersedak. Sejak itu aku selalu potong seukuran kibble kecil biar aman.
Terus, seberapa sering boleh dikasih? Dari pengalamanku dan saran vet, cukup 1–2 kali seminggu sebagai treat, dalam porsi sedikit. Misalnya 1–2 potong kecil saja. Kalau kamu baru pertama kali kasih, coba dulu dikit dan perhatiin reaksi kucing selama 24 jam: apakah ada muntah, diare, atau gatal-gatal. Kalau ada tanda alergi, stop langsung.
Buat kamu yang juga pelihara anjing, pertanyaannya mirip: apakah anjing boleh makan cumi? Jawabannya kurang lebih sama—boleh sedikit, direbus/dikukus tanpa bumbu, dan jangan sering-sering. Tapi pencernaan anjing dan kucing beda, jadi sebaiknya konsultasi ke dokter hewan dulu, apalagi kalau anjingmu punya riwayat alergi makanan laut.
Sebagai alternatif camilan yang lebih aman, aku sering bikin ikan kukus untuk kucing. Biasanya aku pakai ikan yang berduri sedikit seperti dori atau tuna bagian fillet, dikukus polos tanpa garam. Setelah matang, aku suwir halus dan buang semua duri yang kelihatan. Ikan kukus ini lebih lembut dan gampang dicerna, plus kucing biasanya jauh lebih hepi dibanding cumi karena aromanya lebih kuat.
Intinya, boleh kok kucing makan cumi-cumi, asal: dimasak matang (rebus/kukus), tanpa bumbu, dipotong kecil, dan hanya sesekali. Jangan lupa selalu perhatiin reaksi tubuh kucing setelah makan sesuatu yang baru. Kalau ragu, lebih baik pilih ikan kukus polos atau wet food khusus kucing yang jelas aman dan seimbang gizinya.
Oh ya, satu lagi: kalau kamu lihat kucing di gambar atau video lagi ngintip mangkuk berisi cumi-cumi mentah, jangan langsung ikut-ikutan kasih mentah ke peliharaanmu. Yang kelihatan lucu belum tentu aman. Utamakan kesehatan si meong dulu, baru hiburannya menyusul.