Dalam pengalaman saya, mengadopsi filosofi hidup Santai dan apa adanya seperti ungkapan dalam bahasa Jawa yang mengingatkan kita untuk tidak berlomba-lomba dengan orang lain sangat berpengaruh pada kesejahteraan mental. Ketika kita berhenti membandingkan diri dan fokus pada perjalanan hidup sendiri, beban pikiran berkurang dan kebahagiaan bertambah. Saya pernah mengalami masa dimana saya terlalu terobsesi dengan pencapaian dan dibandingkan dengan teman-teman. Namun setelah belajar dari pepatah "urip niku ora dige balapan, ojo sekali-kali sampean dibalap sopo sopo," saya mulai menikmati setiap proses tanpa tekanan berlebihan. Konsep 'rezeki yo ditoto Allah' mengajarkan saya untuk percaya bahwa apa yang sudah menjadi takdir akan datang tepat waktu. Santai dan menikmati hidup juga membuat saya lebih mudah menerima kekurangan diri dan orang lain, sehingga terhindar dari rasa dengki dan iri yang seringkali menjadi sumber konflik. Hidup pun terasa lebih ringan dan menyenangkan. Saya menyarankan bagi siapa saja yang merasa lelah dengan kompetisi hidup, cobalah untuk meresapi makna kata-kata ini. Jadikan sebagai panduan agar bisa menjalani hari-hari dengan lebih tenang dan penuh rasa syukur. Karena hakikat hidup bukanlah perlombaan, melainkan perjalanan yang harus dinikmati dengan hati yang lapang.
3/21 Diedit ke