Suami transfer semua gaji nya ke aku ...
Assalamu'alaikum teman*
mau berbagi sedikit cerita dititik dimana aku dan suami sudah membulatkan tekat untuk dia pergi bekerja ke Jepang dengan sekolah yang tidak murah dan berangkT dengan uang yang tidak sedikit. Tentu kita sudah tau resikonya ya tidak bisa di buat kerja sampingan harus konsen ke sekolahnya. Alhamdulilah nya rejiki anak ke 2 kita stlh lahir dan 6 bulan Suami di LPK langsung lolos job dan uang yg kita pakai semua adalah hasil uang pinjaman bank, dana talang uang pinjaman sodara dan jual sepeda motor.selama 6 bulan tidak bekerja
. Awal pebruari 2024 suami sampai di Jepang. dan kita sudah membuat liat supaya hutang itu harus finish dalam 1 tahun. dan Alhamdulillah dg mengatur keuangan bersama suami juga berhemat disana selama 1 tahun dan saya pun disini juga menerapkan itu.Alhamdulillah Finish.Lega sekali Perjuangan kita yg sangat melelahkan berhemat hingga untuk membelikan baju hari raya anak* saja susah.Tp sekarang bisa bebas Riba 🤩🥰
. Jadi Tetap semangat buat kalian di Luar sana Tidak ada yang tidak mungkin Jika Allah sudah menghendaki, meski kita harus melewati baru besar dan duri yang sangat menyakitkan percayalah Ada keajaiban Yg sedang Allah SWT siapkan untuk kalian ✨😍🥰#jepang #Lemon8 #fypシ #MaluGak #ViralTerbaru
Dalam perjalanan mengatur keuangan keluarga, sangat penting untuk benar-benar menghitung dana yang tersedia dan kebutuhan selama proses berlangsung. Pengalaman kami selama suami belajar dan bekerja di Jepang mengajarkan bahwa disiplin dalam ngitung duit adalah kunci utama. Selama satu tahun, kami selalu mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan sehingga pengelolaan uang berjalan dengan transparan dan efektif. Kami bahkan menerapkan sistem anggaran ketat, memprioritaskan pembayaran hutang dan kebutuhan utama terlebih dahulu. Salah satu tantangan terbesar adalah menahan diri agar tidak menggunakan uang untuk kebutuhan konsumtif yang tidak penting, seperti membeli baju baru untuk hari raya pun kami lakukan dengan sangat hemat. Semua itu dilakukan agar target pelunasan hutang bisa tercapai tepat waktu. Bagi kalian yang sedang dalam posisi serupa, tips saya adalah gunakan aplikasi pencatat keuangan atau buku catatan manual untuk rutin mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. Jangan lupa buat anggaran bulanan dan disiplin untuk tidak melewatinya. Selain itu, komunikasi terbuka antara anggota keluarga juga sangat membantu dalam menjaga semangat dan komitmen bersama dalam mengatur keuangan. Kami sering berdiskusi untuk memastikan setiap keputusan keuangan sudah sesuai dengan tujuan bersama. Ingat, ngitung duit bukan sekadar soal matematika, tapi juga soal kontrol diri dan kesabaran. Dengan keyakinan dan usaha keras, kalian pasti bisa mengatasi tantangan ini, seperti kami yang berhasil lunasi hutang dan hidup lebih tenang tanpa riba.

Masya Allah, alhamdulillah banget ya kaka kesabaran, kerajinan, keinginan kaka untuk terus melanjutkan bisa terbayar juga🥺