kamu nyangka ga? segampang ini bikin akun lynk.id😍
Baru tau ternyata upload produk di Lynk.id tuh sesimpel ini 😭✨ Nggak pake ribet, cocok buat yang baru mulai jualan digital. Save dulu biar nggak lupa, dan follow @iam.rhmaainn yaa buat tips lainnya💫
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali nyobain Lynk.id, aku juga sempet bengong lihat banyak menu di dashboard Lynk.id. Tapi begitu dicoba pelan‑pelan, ternyata bikin digital product page di website Lynk.id tuh gampang banget, bahkan kalau kamu bener‑bener pemula.
Biasanya aku mulai dari proses sign up dulu di lynk.id. Kamu bisa daftar pakai email atau akun media sosial, isi data dasar, lalu langsung diarahkan ke creator dashboard. Di dashboard lynk.id ini kamu akan lihat menu seperti “My Lynk” atau “My Link” yang jadi tempat kamu ngatur semua blok dan produk digital.
Begitu masuk ke halaman My Lynk, aku biasanya klik tombol untuk tambah blok baru, lalu pilih jenis blok “Digital Product”. Di sinilah kamu bikin digital product page yang nantinya bisa kamu share ke pengikut atau pembeli. Menurutku, pilih “Simple Template” dulu paling aman buat pemula, karena tampilannya bersih dan mudah diatur.
Setelah template kepilih, baru deh masuk ke bagian isi konten produk. Aku selalu nyiapin gambar cover yang jelas dan menarik (misalnya mockup e-book, tampilan template, atau screenshot kursus). Jangan lupa kasih judul produk yang langsung nunjukin manfaat, misalnya “Template Konten 30 Hari untuk Instagram” daripada cuma “Template IG”. Di bagian deskripsi, aku tulis dengan gaya ngobrol: jelasin produk ini cocok buat siapa, apa yang bakal mereka dapat, dan hasil apa yang mungkin dirasakan setelah pakai produk tersebut.
Di langkah selanjutnya, kamu bisa upload file produk digitalnya (bisa berupa PDF, ZIP, link akses course, dan sebagainya). Di sini aku selalu cek dua kali: pastikan file yang di-upload itu final, ukuran nggak terlalu besar, dan link di dalam file (kalau ada) semuanya bisa diklik. Baru setelah yakin, aku atur harga produk. Enaknya di Lynk.id, kamu bisa mulai dari harga terjangkau dulu untuk testing, lalu naikkan pelan‑pelan kalau respon pembeli bagus.
Bagian yang sering dilewatkan tapi penting banget adalah pengaturan jumlah item dan pertanyaan ke pelanggan. Kalau produkmu sifatnya terbatas (misalnya slot coaching), kamu bisa set jumlahnya. Sedangkan fitur pertanyaan ini aku manfaatkan untuk ngumpulin data seperti nama, email, atau kebutuhan spesifik mereka. Lumayan banget buat bangun database pelanggan dan bahan riset produk berikutnya.
Setelah semua beres, tinggal pilih layout blok yang menurutmu paling pas dengan keseluruhan tampilan My Lynk kamu. Aku biasanya pilih layout yang simpel biar digital product page tetap enak dilihat di HP. Kalau sudah oke, klik “Add Digital” dan cek lagi tampilan akhirnya di halaman Lynk.id kamu. Aku suka tes juga link-nya dari sudut pandang user: klik, lihat proses checkout, sampai download produk, hanya untuk memastikan semuanya berjalan mulus.
Begitu kamu nyaman dengan satu digital product page, tinggal ulangi langkah yang sama untuk produk digital lain: e-book, preset, template, atau kelas online. Lama‑lama dashboard Lynk.id kamu bisa jadi katalog mini yang rapi dan profesional, padahal bikinnya dari langkah sederhana kayak di atas.